Jelang Iduladha, Permintaan Pisau Buatan Perajin Kudus Meningkat hingga 40 Persen

BETANEWS.ID, PATI – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, permintaan pisau buatan tukang pandai di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus mengalami peningkatan cukup signifikan. Kenaikan pesanan tersebut dipicu kebutuhan masyarakat untuk penyembelihan hewan kurban maupun berbagai hajatan.

Salah satu perajin pisau, Susanto, mengaku pesanan pisau mulai ramai dalam dua bulan terakhir. Ia menyebut terdapat berbagai jenis pisau yang dibuat di rumah produksinya sesuai permintaan pasar.

“Pesanan ramai sekali menjelang kurban ini. Jenisnya macam-macam, ada sekitar lima jenis pisau yang biasa dipesan oleh konsumen,” katanya.

-Advertisement-

Menurutnya, pisau produksi rumahan tersebut banyak digunakan untuk mengiris daging kurban maupun kebutuhan dapur sehari-hari. Harga jualnya pun bervariasi, mulai Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per buah sesuai harga pasaran.

Namun, di tengah meningkatnya permintaan, para perajin juga menghadapi kenaikan harga bahan baku. Kondisi itu membuat biaya produksi ikut meningkat.

“Bahan semuanya naik, jadi harga jual juga ikut naik. Kalau bahan sebenarnya tidak sulit dicari, yang sulit itu modal karena pas-pasan,” katanya.

Hal senada disampaikan perajin lainnya, Selamet Santoso. Ia menyebut peningkatan permintaan pisau tahun ini mencapai sekitar 30 hingga 40 persen dibandingkan tahun lalu.

Baca juga : Punya Bobot Hampir 1,1 Ton, Sapi Milik Warga Jepara Terpilih Jadi Hewan Kurban Prabowo

“Pemasaran naik cukup banyak. Permintaan dari pasar lokal seperti Pasar Kliwon dan lapak grosir di sekitar sini juga meningkat jelang kurban,” jelasnya.

Menurut Selamet, sebagian besar pisau yang dipasarkan kemudian dijual kembali ke berbagai daerah lain melalui pedagang grosir.

Ia menilai kondisi ekonomi masyarakat yang relatif stabil turut memengaruhi peningkatan penjualan tahun ini. Adapun jenis pisau yang paling banyak diminati yakni berbahan stainless dan aluminium.

Meski demikian, kenaikan harga aluminium menjadi tantangan tersendiri bagi para perajin. Bahkan, harga bahan baku disebut terus mengalami kenaikan dalam dua bulan terakhir.

“Per kilogram aluminium sekarang sekitar Rp40 ribu sampai Rp45 ribu untuk bahan rosok. Kenaikannya lumayan dan terus naik,” ungkapnya.

Ia berharap harga bahan baku bisa kembali stabil agar produksi tetap berjalan lancar dan pemasaran semakin meningkat menjelang Iduladha.

“Harapannya pemasaran tetap lancar dan harga bahan tidak terus naik supaya produksi bisa terus berjalan,” tandasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER