BETANEWS.ID, JEPARA – Mimpi Kusrin (73) dan Karmi (68), pasangan lansia asal Desa Bategede RT 3 RW 3, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, untuk menunaikan ibadah haji akhirnya terwujud pada tahun ini.
Mereka masuk dalam kelompok terbang (kloter) 38 yang direncanakan berangkat dari Pendopo Jepara menuju Asrama Haji Donohudan, Boyolali, pada Minggu (3/5/2026) pukul 12.00 WIB. Selanjutnya, mereka akan terbang ke Arab Saudi pada Senin (4/5/2026) pukul 19.00 WIB.
Setiap harinya, Karmi berjualan bubur jagung keliling serta aneka macam lauk pauk. Bubur tersebut dijual dengan harga Rp2.000 per bungkus, sedangkan lauk pauk dijual mulai dari Rp1.000 hingga Rp5.000 per bungkus.
Dagangan tersebut dibawa menggunakan dunak, yaitu wadah besar dari bambu, yang digendong dengan selendang. Karmi berjualan keliling di sekitar wilayah desanya dengan berjalan kaki.
Pekerjaan tersebut telah ia lakoni selama sekitar 18 tahun. Meski usianya sudah lansia, langkah kakinya masih gesit dan kuat berjalan jauh.
Karmi biasanya berangkat dari rumah sekitar pukul 16.00 WIB dan pulang saat azan Magrib.
“Dari jualan itu, ditabung kedik-kedik (sedikit-sedikit), kadang Rp25 ribu, kadang Rp50 ribu, kalau ramai bisa Rp100 ribu,” tutur Karmi saat ditemui di kediamannya, Selasa (28/4/2026).
Uang hasil tabungan tersebut oleh Kusrin, yang merupakan petani dan peternak, dibelikan hewan peliharaan, mulai dari ayam, kambing, hingga sapi.
Baca juga : “Gadis Pingitan”, Film Dokumenter Inisiasi Bupati Sam’ani Bakal Pentas Bulan Depan
“Sapine niku kulo rawat, sampun gede kulo jual, artone damel daftar (sapinya itu saya rawat sampai dewasa, kemudian saya jual, uangnya untuk daftar haji),” ujar Kusrin.
Untuk mendaftar, Kusrin menjual dua sapi peliharaannya. Saat itu, masing-masing sapi terjual dengan harga Rp24 juta dan Rp29 juta.
Kusrin dan Karmi kemudian mendaftar haji pada tahun 2019 dengan biaya pendaftaran masing-masing Rp25,5 juta. Tidak menunggu lama, mereka akhirnya dipanggil berangkat haji pada tahun 2026 melalui program prioritas lansia.
Karena sudah berniat sejak lama, Kusrin dan Karmi juga telah menyiapkan tabungan untuk biaya pelunasan. Tabungan tersebut berasal dari sisa hasil berjualan bubur yang disisihkan Karmi setiap kali berjualan.
“Nggeh (daftar dan pelunasan biaya mandiri dari hasil jualan bubur), Alhamdulillah,” ucap keduanya.
Menjelang keberangkatan, Kusrin dan Karmi mengaku sudah siap. Kebutuhan dan perlengkapan selama pelaksanaan ibadah haji juga telah disiapkan dan dimasukkan ke dalam koper yang disediakan oleh Kementerian Haji dan Umrah.
Editor : Kholistiono

