Es Mie Jelly Ceplok, Sajian Anti-Mainstream di Kudus

Di tepi Jalan KH Noor Hadi, Purwosari, Janggalan, Kecamatan Kota, Kudus, tampak kedai berwarna putih yang tepat di depan MI Muhammadiyah. Sebelah kanan kedai nampak dua orang anak muda yang duduk ngobrol sambil menunggu pesanan. Sedangkan di dalam tampak perempuan sedang sibuk menyiapkan pesanan para pembeli. Perempuan itu tak lain adalah Rohmayanti (40), penjual es mie jelly ceplok.

Di sela kesibukannya yang melayani pembeli, Maya begitu ia akrab disapa, sudi berbagi cerita soal salah satu menu di kedainya itu. Dia mengatakan, sebelum berjualan es mie jelly ceplok, ia sebenarnya karyawan pabrik yang sudah ditekuninya selama tujuh tahun.

“Dulu tahun 2017 saya sudah jualan es mie jelly ceplok, tapi hanya sebentar, karena kalau jualan pakai gerobak kan harus dorong kalau sudah selesai mangkal, dari itu saya merasa kesulitan. Lalu saya memutuskan untuk kerja menjadi karyawan pabrik,” ujar warga Purwosari itu.

-Advertisement-

Baca juga: Setiap Hari Diserbu Pembeli, Ganesha Snack Jadi Andalan Berbagai Acara

Ia menjelaskan, Ide awal membuat es dengan tampilan yang unik karena terinspirasi es mie jelly ceplok yang ditemuinya waktu di luar Kota Kudus. Ia berfikir bahwa belum ada yang jualan es tersebut, akhirnya ia memutuskan untuk mulai membuat dan menjajakan minuman es mie jelly ceplok itu.

“Karena basic saya kan di jelly, jadi saya coba buat, apalagi di sini juga belum ada yang jualan seperti itu,” terangnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Es mie jelly ceplok itu berisi jelly berbentuk mie, jelly telur ceplok, dan jelly telur puyuh. Ketiga jelly tersebut kemudian ditambahkan biji selasih, susu, dan sirup aneka pilihan. Untuk menambah kesegarannya tentu tak ketinggalan esnya.

“Aneka jelly-nya saya buat sendiri dan mempunyai rasa yang berbeda-beda. Jadi dijamin aman untuk dikonsumsi karena homemade atau buatan sendiri,” ungkap Maya.

Baca juga: Cuma Rp5 Ribu, Lontong Tahu Napsiah Bertahan Puluhan Tahun

Dengan cita rasa dan kesegarannya, Maya mampu menjual puluhan porsi per harinya dengan harga per porsinya yang dibanderol seharga Rp7 ribu. Tak hanya mie jelly ceplok, Maya juga menjajakan aneka pop ice dan berbagai varian teh.

“Kalau buka biasanya mulai pukul 08.00–22.00 WIB. Harapannya ya semoga usaha ini semakin lancar dan berkembang, bisa buka cabang,” tambahnya.

Penulis: Hanifah Febria Dwiyanti, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER