BETANEWS.ID, KUDUS – Rintik hujan tampak membasahi jalanan sekitar Desa Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Sabtu (9/5/2020). Tepat di depan pemakaman setempat, seorang wanita terlihat sedang menata celana jeans di sebuah lapak pakaian semi permanen.
Setelah didekati, banner bertuliskan harga jual pakaian mulai Rp 50 ribu sampai Rp 75 ribu tercetak cukup besar terpasang di meja tempat menaruh beberapa jenis pakaian. Lapak tersebut rupanya milik Istana Kolor yang terpaksa buka di tempat tersebut, lantaran Tradisi Dandangan ditiadakan akibat pandemi Covid-19.

Penjaga lapak, Rizka Luthfiana (19) mengatakan, lapak yang baru dibuka sekitar lima hari yang lalu itu biasanya buka saat acara Dandangan. Akan tetapi, karena tahun ini ditiadakan, mereka kemudian membuka lapak di sana. Beberapa produk juga dijual dengan harga miring untuk memenuhi permintaan pasar, utamanya menjelang lebaran.
“Setahu saya memang baru kali ini membuka lapak di sini. Ini lapak cabang satu-satunya dari Istana Kolor. Makanya, harganya pun sama dengan di toko. Bahkan selain murah, ada potongan harga juga,” ungkap wanita berkerudung cokelat itu.
Baca juga: Starcross Kudus Jorjoran Diskon Hingga 50 Persen
Dikatakan Rizka, produk unggulan lapaknya adalah celana jeans. Sejauh ini, produk tersebut paling banyak diburu oleh pembeli. Untuk modelnya, ada celana pensil untuk perempuan dan laki-laki, celana slim fit dan celana longgar untuk laki-laki.
“Kalau pembeli sejak hari pertama kebanyakan memang malam. Kami buka dari sekitar pukul 13.00 WIB sampai 22.00 WIB. Biasanya ibu-ibu yang lewat mampir membelikan celana untuk anaknya. Ya, kalau dirata-rata per hari pasti ada sekitar 10an orang yang beli,” ungkap Rizka.
Rizka menginfokan, harga untuk celana tergantung ukuran dan bahan. Menurutnya, bahan kain lebih mahal daripada jeans. Akan tetapi, keseluruhan produk tidak ada yang harganya mencapai lebih dari Rp 85 ribu.
“Kalau harganya variatif. Dari yang Rp 35 ribu sampai Rp 85 ribu. Tergantung baju apa. Kalau baju anak-anak dan kemeja harga mulai dari Rp 35 ribu. Kalau celana jeans sampai Rp 85 ribu. Tapi tidak ada yang lebih dari harga itu,” rincinya.
Selain itu, Istana Kolor yang punya toko pusat di Desa Gribik, Kecamatan Gebog itu juga memberikan diskon di pembelian tertentu. Misal di kemeja yang per potong dihargai Rp 35 ribu, jika beli tiga cukup membayar Rp 100 ribu saja. Lalu ada juga yang per item dapat potongan Rp 2 ribu.
Baca juga: Rindy dan Rizka Mulai Jual Hijab Pintu ke Pintu Hingga Tembus Pasar Mancanegara
Meskipun sudah dibanderol dengan harga murah dan ada juga potongan harga khusus, Rizka mengaku masih ada saja pembeli yang menawar. Bahkan tak jarang harga yang diajukan pembeli jauh dari harga normal. Hal Itulah yang membuatnya cukup kesusahan.
“Meskipun hanya berbentuk lapak semi permanen, harga sudah sesuai toko pusat. Jadi banderol dengan potongan harga yang ditetapkan tidak bisa ditawar,” pungkas Rizka.
Editor: Ahmad Muhlisin

