BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menggandeng Pemkab Demak berencana untuk merevitalisasi jalur alternatif dari Jepara ke Semarang melalui kawasan pesisir Demak.
Salah satu yang akan diusulkan agar mendapat bantuan, baik dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat yaitu jembatan penghubung perbatasan Jepara dengan Demak di kawasan Wedung-Kedung.
Baca Juga: 7.906 Rumah di Jepara Masuk Kategori Tak Layak HuniÂ
Berdasarkan pantauan, jembatan itu cukup ramai dilewati oleh berbagai jenis kendaraan roda dua maupun empat. Hanya saja karena kondisi jembatan yang sudah tua, pada saat kendaraan yang melintas cukup banyak, badan jembatan akan terasa bergetar.
Selain itu, ukuran jembatan yang tidak terlalu lebar membuat kendaraan roda empat tidak bisa berjalan bersimpangan saat melewati jembatan. Sehingga membuat pengendara roda empat, terutama dari arah Jepara menuju Demak harus memundurkan kendaraan saat kendaraan dari arah berlawanan melintas.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan proses pengusulan pembangunan ulang jembatan akan mulai dilakukan pada tahun ini. Langkah awalnya yaitu dengan melakukan sinkronisasi data antara Pemkab Jepara dengan Demak.
Sebab, secara administratif jembatan itu berada di dua wilayah yaitu Kabupaten Jepara dan Demak.
“Kita akan (mulai) proseskan di tahun ini untuk sinkronisasi, utamanya jembatan perbatasan antara Jepara dan Demak. Karena itu (sinkronisasi) harus dilakukan bersama-sama karena menyangkut dua wilayah. Sinkronisasi itu supaya bisa mendapat jembatan yang baru,” kata Wiwit pada Betanews.id, Sabtu (31/1/2026).
Wiwit mengatakan rencana revitalisasi jalur alternatif itu dibutuhkan sebab waktu tempuh dari Jepara ke Semarang bisa mencapai tiga sampai empat jam pada saat terjadi kendala di jalur utama pantura.
Kondisi itu selain menyulitkan akses transportasi masyarakat, juga berdampak terhadap industri di Kabupaten Jepara.
“Dengan kondisi saat ini kita ke Semarang bisa 3-4 jam. Kita punya jalur alternatif lewat Demak, sehingga pada saat ada perbaikan jalan, banjir rob di Pantura, akses ke Semarang bisa lebih cepat dan memudahkan investor untuk datang ke Jepara,” jelasnya.
Untuk merevitalisasi jalur alternatif itu, Wiwit mengatakan kondisi jalan di Kabupaten Jepara sudah cukup baik. Yang terdapat kendala justru berada di Kabupaten Demak.
Baca Juga: Baru 13 Persen Produk UMKM Jepara yang Kantongi Sertifikasi HalalÂ
Sehingga pada Rabu (28/1/2026) lalu ia beserta jajaran perangkat daerah terkait melakukan kunjungan ke Pemkab Demak. Dari hasil koordinasi, Wiwit mengatakan Pemkab Demak nantinya akan membuat jalur alternatif baru dengan menghidupkan jalan yang terendam banjir rob.
“Jepara sudah sangat siap untuk dilakukan konektivitas antara Jepara, Demak ke Semarang. Yang memang cukup banyak (pekerjaan) ini di Demak. Sehingga kemarin kita ketemu Bupatinya, mereka nanti akan menghidupkan jalan lama yang tertimbun air (rob). Yang tenggelam itu mau dihidupkan kembali,” ungkapnya.
Editor: Haikal Rosyada

