Deru wajan berisi minyak panas terdengar nyaring dari sebuah tenda merah bertuliskan Cireng Prasmanan. Aroma gurih adonan yang digoreng hangat berpadu dengan tawa ringan para pelanggan terdengar dari lapak yang ada di Desa Getas Pejaten, Jati, Kudus, tepatnya di depan Klinik Pratama Cahaya Husada. Di atas meja kecil, aneka cireng dan camilan tersusun rapi siap dipilih dan digoreng langsung sesuai selera.
Dian Ratna Sari (24), atau akrab disapa Ratna, tampak cekatan melayani satu per satu pembeli. Usai melayani pembeli, ia sudi berbagi cerita tentang usaha tersebut.
Ratna menjelaskan, bahwa Cireng Prasmanan sudah ia dirintis sejak 2023. Sebelumnya, ia adalah pekerja pabrik Djarum yang setiap sore pulang dengan rutinitas sama. Keinginan untuk memiliki kegiatan produktif selepas kerja mendorongnya mencoba berjualan.
Baca juga: Tahu Uap Mas Heri, Cemilan Kekinian yang Tak Pernah Sepi di Jepara
“Saya coba bikin cireng, awalnya cuma lihat resep dari TikTok. Rasanya belum pas, lalu saya terus eksperimen sampai akhirnya nemu resep sendiri,” terangnya.
Dari tangan Ratna, lahir beragam menu cireng dan camilan yang kini digemari pelanggan. Mulai dari cireng aneka rasa dan bentuk, cireng isi ayam suwir pedas, cireng keju, cireng kuah creamy, cireng chili oil, hingga basreng dan bikang. Seluruh proses produksi ia kerjakan sendiri, tanpa bantuan karyawan.
“Semua dari tangan saya sendiri, biar rasanya tetap konsisten,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Soal harga, Ratna sengaja membanderol menunya agar terjangkau semua kalangan. Camilan di lapaknya ia jual mulai Rp2.000.
Dari sekian banyak pilihan, cireng ayam suwir pedas, cireng keju, dan bikang menjadi favorit pelanggan. Menurutnya, perpaduan rasa gurih dan tekstur kenyal membuat pembeli kerap datang kembali.
Baca juga: Cuma Rp5.000, Es Dawet Martini Jadi Favorit Siswa Miftahul Falah
Setiap hari, Ratna mulai buka pukul 15.30 WIB hingga dagangan habis, biasanya sekitar pukul 20.30 WIB. Tak hanya melayani pembeli yang datang langsung, ia juga memanfaatkan platform digital seperti GrabFood dan ShopeeFood untuk menjangkau pelanggan lebih luas.
“Harapannya ya ramai terus. Semoga bisa terus berkembang lebih besar lagi,” tambahnya.
Penulis: Luthfia Himma Soraya, Mahasiswa PPL PBSI UMK
Editor: Ahmad Rosyidi

