BETANEWS.ID, PATI – Setelah sempat dikomplain sejumlah kalangan, perusahaan tas dan koper PT Fuhua Travel Goods Indonesia menggelar konsultasi publik di aula kantor Kecamatan Margorejo. Kegiatan yang mengundang masyarakat yang berada di lingkungan perusahaan dan stake holder itu, sekaligus mengantisipasi potensi dampak.
Perwakilan PT Fuhua Travel Goods Indonesia, Susan mengemukakan, perusahaan tempatnya bekerja bergerak dalam bidang industri tas dan koper. Perusahaan tersebut telah beroperasi di China selama 20 tahun.
Baca Juga: Petani di Wukirsari Pati Ini Rogoh Kocek Sendiri Demi Jalan Desanya Mulus
“Pembangunan perusahaan di Pati merupakan pengembangan investasi. Ini industri ringan, ramah lingkungan, dan tak berpolusi,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).
Pihaknya, lanjut dia, juga tengah menyiapkan pengolahan air limbah dan pengelolaan bentuk limbah lain agar tak mencemari lingkungan. Selain itu, perusahaan yang berdiri di Desa Penambuhan, Kecamatan Margorejo, Pati itu, juga berkomitmen memberi dampak positif berupa penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan masyarakat sekitar.
“Kami menyadari, sebagai perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) masih harus belajar adat istiadat, kearifan lokal, dan nilai yang ada di sini. Kalau ada kesalahan kami siap memperbaiki, dan jangan segan mengingatkan kami,” ucapnya.
Camat Margorejo Arif Fadillah menyambut baik masuknya investasi PT Fuhua Travel Goods Indonesia di wilayahnya. Menurutnya, perusahaan tas dan koper itu telah berpengalaman puluhan tahun di China sehingga dari segala sisi, termasuk limbah dan dampak lain dapat diantisipasi dengan baik.
Kendati demikian, dia mengingatkan agar dalam investasi tersebut memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah. Termasuk memastikan tidak berdampak buruk bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Dalam investasi harus ada persyaratan yang dilalui, terutama izinnya diurus dulu. Perusahaan juga jangan hanya membangun pabrik secara fisik, tetapi juga membawa keharmonisan, serta menjaga kearifan lokal, aspek sosial budaya yang ada,” paparnya.
Dia pun mengajak masyarakat untuk berpikir positif. Mengingat, kehadiran PMA memberi dampak baik, terutama penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan masyarakat melalui program CSR.
Baca Juga: PAD dari Sektor Pajak di Pati Tembus Rp320 M, BPKAD Sebut Surplus Rp30 M
Sementara, konsultasi publik kegiatan pembangunan dan operasional industri tas dan koper dikemas dalam komunikasi dua arah. Selain menyampaikan hasil kajian dampak lingkungan, tim penyusun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang terdiri atas akademisi membuka peluang masyarakat untuk menyampaikan saran, pendapat, dan tanggapan (SPT).
Sebelumnya, sempat muncul isu operasional PT Fuhua Travel Goods Indonesia lebih mengutamakan tenaga kerja asing daripada tenaga kerja lokal. Pemkab sempat melakukan klarifikasi dengan mengecek langsung ke perusahaan.
Editor: Haikal Rosyada

