BETANEWS.ID, KUDUS – Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) secara resmi menerjunkan ratusan mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun ajaran 2025/2026. Program pengabdian kepada masyarakat ini akan berlangsung selama hampir satu bulan, terhitung mulai 16 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.
Pembukaan KKN UMKU dikemas dalam agenda Serah Terima Kuliah Kerja Nyata dengan mengusung tema “Pemberdayaan Ekowirausaha Digital dan Literasi Kesehatan untuk Mewujudkan Desa Mandiri dan Sejahtera”. Kegiatan tersebut digelar di Crystal Building Kampus 1 UMKU, Selasa (16/12/2025) pagi.
Baca Juga: Jelang Nataru, Harga Telur Ayam di Kudus Tembus Rp32 Ribu
Pembukaan sekaligus penerjunan mahasiswa KKN UMKU ditandai dengan pemukulan gong oleh Rektor UMKU, Dr. Edy Soesanto, didampingi para pejabat yang hadir. Secara simbolis, para mahasiswa juga menerima rompi berwarna cokelat muda dan topi hitam sebagai identitas peserta KKN UMKU.
Dalam sambutannya, Rektor UMKU Dr. Edy Soesanto menyampaikan bahwa pada KKN tahun ajaran 2025/2026 ini, sebanyak 555 mahasiswa dari 19 program studi diterjunkan ke masyarakat. Seluruh mahasiswa tersebut didampingi oleh 64 dosen pembimbing lapangan.
Mahasiswa KKN UMKU akan melaksanakan pengabdian di 32 desa yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Kudus. Keempat kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Bae, Dawe, Gebog, dan Kaliwungu.
“Aplikasikan apa yang telah didapatkan selama kuliah, terutama dalam pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Dr. Edy Soesanto yang dirilis, Selasa (16/12/2025).
Ia menekankan agar ilmu dan profesionalitas yang diperoleh mahasiswa selama menempuh pendidikan di kampus dapat diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat. Dengan demikian, kehadiran mahasiswa KKN diharapkan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi warga desa.
Rektor juga berharap mahasiswa mampu menerapkan kemampuan analisis yang dimiliki, termasuk hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan bersama dosen. Penelitian tersebut diharapkan tidak berhenti pada tataran akademik, tetapi dapat diaplikasikan untuk menjawab kebutuhan masyarakat desa.
Selain itu, mahasiswa diminta aktif mengidentifikasi potensi lokal di desa lokasi KKN. Potensi tersebut, menurutnya, dapat dikembangkan sesuai dengan karakteristik wilayah, seperti sektor peternakan, pertanian, maupun usaha mikro berbasis digital.
“Untuk mewujudkan itu semua, dibutuhkan sinergi antara mahasiswa, dosen pembimbing lapangan, dan masyarakat,” tegasnya.
Di sisi lain, Dr. Edy juga mengingatkan mahasiswa agar menjaga sikap dan menaati seluruh aturan selama berada di lokasi KKN. Seluruh program kerja mahasiswa wajib diselaraskan dengan program desa agar pelaksanaannya tepat sasaran dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, mahasiswa diharapkan aktif bersosialisasi dengan masyarakat serta mampu mengidentifikasi permasalahan yang ada di desa. Kolaborasi antara mahasiswa dan perangkat desa menjadi kunci agar seluruh program kerja dapat berjalan optimal.
“Harapan kami, seluruh mahasiswa dapat berusaha maksimal untuk membantu dan memberdayakan masyarakat,” tambahnya.
Baca Juga: Capaian UCJ Kudus 46,55%, Jadi Salah Satu Tingkat Kepesertaan Tertinggi di Jateng
Pelaksanaan KKN UMKU juga mendapat sambutan positif dari Kesbangpol Kabupaten Kudus. Melalui Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan serta Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Agama, Pemkab Kudus berharap kehadiran mahasiswa KKN mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kembangkan ilmu secara kreatif dan inovatif, serta berikan kontribusi positif dengan memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia demi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kudus,” pesannya.
Editor: Haikal Rosyada

