BETANEWS.ID, KUDUS – Pengelolaan kawasan wisata Taman Krida Kudus bakal di pihak ketigakan atau disewakan dengan pihak lain. Di mana penyewaan aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus kepada pihak investor itu, diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisata di Kabupaten Kudus.
Diketahui, sudah ada investor lokal yang saat ini berminat untuk mengelola wana wisata yang pengelolaan secara kunjungan sebelumnya belum optimal.
Baca Juga: Capaian UCJ Kudus 46,55%, Jadi Salah Satu Tingkat Kepesertaan Tertinggi di Jateng
Sekertaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Agus Susanto mengatakan, rencana pengembangan kasawan wisata Taman Krida akan menjadi tempat hiburan dan kebun binatang mini (mini zoo) untuk rekreasi anak-anak. Menurutnya, investor lokal yang minat untuk mengelola tempat itu berasal dari Kudus sendiri.
“Saat ini kami (Pemkab Kudus) masih melakukan perhitungan untuk mencapai kesepakatan harga yang disewa. Pengelolaan aset daerah oleh pihak ketiga semata untuk meningkatkan optimalisasi pendapatan dan tingkat kunjungan masyarakat,” bebernya, Senin (15/12/2025).
Bahkan, pihak investor terlihat keseriusannya, karena sudah melakukan tinjauan lapangan hingga mengukur area yang akan disewa pada Minggu (14/12/2025) lalu. Oleh karena itu, sesuai dengan arahan Bupati Kudus, pengelolaan Taman Krida di pihak ketigakan dalam rangka mengurangi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata di Kudus.
Tak hanya Taman Krida, objek wisata Colo rencananya juga bakal disewakan dan pengelolaan akan dilakukan pihak investor. Agus menyampaikan, Taman Krida sebenarnya cukup berpotensi, namun perlu dimaksimalkan supaya tingkat kunjungan meningkat.
“Untuk luasan sekitar 17 ribu meter persegi. Di dalamnya terdapat gedung pertemuan, berbagai patung binatang, dan area bermain anak,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BPKAD Kudus, Djati Solechah menambahkan, pihaknya bersama Disbudpar Kudus masih melakukan perhitungan harga untuk disewakan kepada calon investor. Sembari menunggu, BPKAD juga sedang menyusun draft kontrak perjanjian (MoU) yang bakal dipelajari investor sebelum kesepakatan harga terjalin.
Baca Juga:Â Jelang Nataru, Harga Telur Ayam di Kudus Tembus Rp32 Ribu
“Hasil pengukuran kemarin, kami sedang berhitung harga yang sesuai dengan calon investor,” ujarnya.
Setelah dilelang, kata Djati, ia berharap pengelolaan Taman Krida Kudus akan lebih maksimal. Hal ini dalam rangka memaksimalkan pendapatan di tengah efisiensi dan pemangkasan anggaran daerah.
Editor: Haikal Rosyada

