BETANEWS.ID, KUDUS – Penduduk miskin di Kabupaten Kudus pada tahun 2025 tercatat ada sebanyak 60.370 jiwa atau sekira 6,59 persen. Jumlah tersebut mengalami penurunan sekira 0,64 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 7,23 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus, Eko Suharto menyampaikan, bahwa angka kemiskinan di Kota Kretek pada tahun 2024 sebanyak 65.690 per kapita (jiwa). Jumlah tersebut mengalami penurunan di tahun ini menjadi 60.370 jiwa.
Baca Juga: Capaian UCJ Kudus 46,55%, Jadi Salah Satu Tingkat Kepesertaan Tertinggi di Jateng
“Artinya warga miskin di Kabupaten Kudus berkurang sekira 5.320 jiwa,” ujar Eko kepada Betanews.id di ruang kerjanya belum lama ini.
Eko menuturkan, penduduk dinyatakan miskin apabila pengeluarannya belum melampui garis kemiskinan. Garis kemiskinan penduduk Kabupaten Kudus pada tahun 2025 adalah sebesar Rp576.195 per kapita.
“Garis kemiskinan tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun 2024 yang sebesar Rp550.075 per kapita,” bebernya.
Garis kemisikinan tersebut dibuat per kapita atau per jiwa. Kalau per keluarga, kata Eko, berarti kurang lebihnya dikalikan empat.
“Dengan asumsi rata-rata keluarga terdiri dari orang tua dan dua anak. Maka keluarga dinyatakan miskin ketika pengeluarannya di bawah Rp2.304.780,” jelasnya.
Eko mengungkap, ada beberapa faktor yang menyebabkan angka kemiskinan di Kabupaten Kudus turun di tahun 2025. Antara lain, penghasilan penduduk yang meningkat.
“Ketika penghasilan meningkat, maka pengeluaran mereka juga akan naik. Sehingga membuat penduduk tersebut keluar dari garis kemiskinan,” jelasnya.
Baca Juga: Jelang Nataru, Harga Telur Ayam di Kudus Tembus Rp32 Ribu
Selain itu, bantuan sosial (bansos) juga sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menjaga daya beli dan nilai komsumsi masyarakat agar bisa keluar dari garis kemiskinan.
“Program-program bansos di Kudus setahu kami cukup banyak. Di antaranya, santunan kematian, beasiswa, bantuan bedah rumah, Bantuan Langsung Tunai (BLT) buruh rokok, serta bantuan lainnya, itu sangat berperan dalam penurunan angka kemiskinan,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

