31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Hadapi Kebutuhan Telur MBG, Ketua DPRD Kudus Usulkan Bantuan Ayam Petelur bagi Warga Miskin

BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, Masan, mendorong pemerintah daerah menyalurkan bantuan ayam petelur kepada keluarga kurang mampu sebagai langkah strategis menghadapi kebutuhan telur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program ini bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga peluang ekonomi baru bagi warga.

“Kebutuhan telur harian untuk menunjang 101 SPPG (Satuan Penyelenggara Program Gizi) di Kudus bakal sangat besar. Jika pasokan hanya bertumpu pada beberapa peternak, suplai akan berisiko mengalami kekurangan,” ujar Masan di gedung DPRD Kudus belum lama ini.

Baca Juga: Begini Capaian Kinerja Kejari Kudus Sepanjang 2025

-Advertisement-

Karena itu, ia menilai pelibatan keluarga miskin dalam budidaya ayam petelur dapat memperkuat produksi telur lokal. Dengan skema pemberdayaan yang tepat, suplai daerah bisa meningkat signifikan dan lebih stabil.

“Skema bantuan ideal adalah pemberian 30 ekor ayam petelur per keluarga. Dari jumlah tersebut, rata-rata produksi harian bisa mencapai 25 butir telur, cukup untuk kebutuhan internal keluarga sekaligus menambah penghasilan,” bebernya.

Ia memaparkan, jika satu desa memiliki 200 keluarga penerima bantuan, maka produksi telur harian dapat mencapai ribuan butir. Jumlah sebesar itu bukan hanya menopang program MBG, tetapi juga membuka ruang tumbuhnya komoditas unggulan baru di tingkat desa.

“Oleh karena itu, pentingnya pelatihan teknis sebelum program dijalankan. Penerima bantuan harus memahami perawatan ayam, kebersihan kandang, hingga manajemen pakan agar produksi berjalan optimal dan risiko kematian ternak dapat ditekan,” tuturnya.

Ia meminta Dinas Pertanian Kudus memprioritaskan usulan tersebut sebagai bagian dari kesiapan menyambut pelaksanaan MBG. Kolaborasi antar-instansi diperlukan untuk memastikan rantai suplai telur tetap aman dan tidak bergantung dari daerah luar.

Lebih jauh, Masan menegaskan bahwa keberlanjutan program harus menjadi perhatian. Bantuan ayam tidak cukup diberikan sekali, tetapi wajib diikuti supervisi dan pendampingan berkala agar keluarga miskin benar-benar naik kelas ekonomi.

“Ketika warga merasakan manfaat nyata, mereka akan terdorong memperbanyak populasi ayam secara mandiri. Kemandirian ini nantinya akan meringankan beban anggaran pemerintah sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” ungkapnya.

Baca Juga: Pembangunan Pasar Babe Kudus Capai 80 Persen, Target Rampung Sepekan ke Depan

Masan menilai Kudus memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi rumah tangga berbasis peternakan. Dengan dukungan pemerintah dan semangat pemberdayaan, program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah, tetapi juga menjadi jalan baru menuju kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap gagasan ini segera ditindaklanjuti. Dan, pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026 atau APBD murin 2027, gagasan iki akan kita dorong untuk bisa direalisasikan,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER