BETANEWS.ID, JEPARA – Progres rehabilitasi Jembatan Banyuputih–Pendosawalan di Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara saat ini sudah mencapai sekitar 88 persen. Jembatan yang menjadi akses penghubung di dua desa itu diperkirakan selesai pada 27 Desember 2025 mendatang.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan selain menjadi akses transportasi bagi masyarakat, jembatan itu juga menjadi akses transportasi bagi angkutan barang sebab di dua desa itu terdapat banyak pabrik berskala besar.
Baca Juga: Pelunasan Ibadah Haji Mulai Dibuka, Kuota Jepara Bertambah Jadi 1.568 CalhajÂ
Sehingga, Wiwit optimis jika pembangunan jembatan Banyuputih-Pendosawalan akan rampung tepat waktu dan hasilnya berkualitas.
“Jembatan ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi kebutuhan utama masyarakat. Maka saya minta pekerjaan ini dilakukan sebaik mungkin dan selesai sesuai target,” katanya pada Senin (8/12/2025).
Proyek rehabilitasi jembatan tersebut dikerjakan oleh CV. Tri Jasa Tehnik dengan nilai kontrak sebesar Rp3.579.397.000.
Dari hasil pengecekan, Wiwit mengatakan kondisi badan jembatan saat ini sudah jadi. Hanya tinggal proses finishing. Tiang penyangga jembatan di kedua sisi juga sudah terlihat kokoh.
Namun pada bagian jalan menuju jembatan dari dua sisi baik Banyuputih maupun Pendosawalan masih dalam proses pengerjaan. Proses pengerjaan akses jalan di dua sisi jembatan ini menggunakan alat berat.
Sebelum direhabilitasi, badan jembatan terbuat dari besi yang beberapa bagiannya terlihat bolong-bolong kecil.
Kini, badan jembatan sudah dicor sepanjang 31,8 meter dengan lebar 6 meter dan lebar efektif 5,5 meter.
Wiwit mengatakan penyelesaian proyek ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan infrastruktur wilayah.
“Akses yang baik akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Jembatan Banyuputih–Pendosawalan selama ini menjadi jalur utama masyarakat, terutama pelaku UMKM. Pendosawalan dikenal sebagai salah satu pusat industri fashion muslim seperti baju muslim dan kerudung wanita yang tidak hanya dipasarkan di Jepara, tetapi juga ke berbagai kota di Indonesia.
Baca Juga: Hasil Studi Kelayakan Pelabuhan di Jepara Belum Singgung Dampak LingkunganÂ
Dengan rampungnya rehabilitasi jembatan tersebut, pemerintah berharap percepatan ekonomi lokal semakin terasa.
“Jembatan Banyuputih-Pendosawalan ini akan menjadi penopang penting dalam menggerakkan ekonomi daerah sekaligus membuka akses lebih luas bagi tumbuhnya SDM unggul di Jepara,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

