Serapan Pupuk Subsidi di Jepara Tertinggi di Jateng, Capai 82 Persen

BETANEWS.ID,JEPARA- Menjelang akhir tahun 2025, serapan kuota pupuk bersubsidi di Kabupaten Jepara sudah mencapai 82 persen. Serapan tersebut merupakan tertinggi se-Jawa Tengah. 

Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Penyuluhan Pertanian pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Mundhofir menyebutkan di tahun 2025 alokasi pupuk subsidi untuk Kabupaten Jepara mencapai 23.896.000 kg pupuk. 

Baca Juga: Pemkab Jepara Buka Seleksi Delapan Jabatan Kosong, Terbuka Bagi PNS se-Indonesia

-Advertisement-

Dengan rincian pupuk urea sebanyak 12.295.000 kg, pupuk NPK sebanyak 11.500.000 kg, pupuk organik sebanyak 100.000 kg, dan pupuk ZA sebanyak 1.000 kg. 

“Sampai Bulan Oktober, realisasinya sudah mencapai 82 persen. Serapannya relatif tinggi, tertinggi se-Jawa Tengah,” kata Mundhofir saat ditemui di Kantor DKPP Jepara, Jumat (24/10/2025). 

Dari serapan tersebut, Mundhofir mengatakan jika serapan pupuk di Kabupaten Jepara selama tahun 2025 berjalan lancar. 

“Serapan itu bisa diartikan bahwa proses untuk menyampaikan (pupuk) sampai ke tangan petani di Jepara berjalan lancar,” tambahnya. 

Sebab penyaluran pupuk bersubsidi untuk tahun 2025, menurut Mundhofir sudah dipersingkat. Dimana sebelumnya, penyaluran pupuk dari Pupuk Indonesia, kemudian ke distributor. Dari distributor baru kemudian diberikan ke kios pupuk lengkap atau KPL. 

Sedangkan mulai tahun 2025, penyaluran pupuk dari Pupuk Indonesia langsung disalurkan ke kios pupuk tanpa melewati distributor. Di Jepara, Mundhofir menyebutkan total terdapat 104 kios pupuk. 

“Untuk pembelian pupuk petani bisa mendapatkan langsung di kios pupuk. Penyalurannya sekarang tidak ke distributor tapi langsung ke kios pupuk, sehingga memangkas waktu penyaluran,” Jelas Mundhofir.  

Baca Juga: Air PDAM Wilayah Jepara Selatan Ditarget Mengalir Bulan Depan

Hingga Desember 2025, Mundhofir memprediksi serapan pupuk bersubsidi akan semakin tinggi. Terlebih saat ini beberapa petani sudah memasuki Masa Tanam (MT) Ke-1. Sehingga ada yang sudah mulai menanam padi.  

“Serapan pupuk sampai akhir tahun diprediksi akan terus naik. Apalagi, ada peraturan baru yang membuat harga pupuk turun, sehingga ini jadi kabar yang menggembirakan bagi petani,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER