BETANEWS.ID, KUDUS – Tak ada angin dan hujan, sebuah rumah di RT 2 RW 10 Dukuh Mijen, Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus roboh pada Rabu malam (30/7/2025). Dampak dari musibah tersebut, kerugian mencapai Rp100 juta.
Rumah yang dihuni oleh Kuswarin (54) tiba-tiba runtuh. Untungnya, saat kejadian korban lagi tak ada di dalam rumah.
Baca Juga: Inovasi Mahasiswa UMK Hidupkan Bordir Padurenan Kudus, Libatkan Pemuda Desa Setempat
Kakak korban yakni, Sulikan (63) yang tinggal tepat di samping rumah adiknya yang roboh tersebut mengatakan, musibah terjadi sekira pukul 21:00 WIB. Saat kejadian ia sedang ada di dalam rumahnya yang berada di belakang rumah roboh.
“Saat itu saya mendengar suara bergemuruh. Lalu saya berlari keluar untuk melihat, ternyata rumah adiknya roboh,” ujar Sulikan kepada Betanews.id saat ditemui di lokasi, Kamis (31/7/2025).
Dia menuturkan, rumah yang roboh berukuran 6 kali 8 meter. Rumah dengan bentuk joglo dan sudah berumur cukup tua, kurang lebih 60 tahun.
“Rumah yang roboh ini sudah tiga generasi. Dari kakek saya, kemudian diwariskan kepada orang tua kami dan kemudian ditinggali oleh adik saya. Jadi memang rumah tua,” bebernya.
Dia menuturkan, saat kejadian memang tidak ada hujan dan angin. Roboh rumah adiknya karena fondasi di bawah tiang saka empat ada yang ambles.
“Ketika fondasi ambles, maka tiang saka empat juga roboh dan tentunya diikuti oleh atap rumah,” jelasnya.
Beruntungnya, kata dia, saat musibah terjadi adiknya lagi keluar. Tetapi ada empat sepeda motor dan satu betor (becak motor) di dalam rumah yang rusak akibat keruntuhan.
“Kerugian belum menghitungnya. Selanjutnya bangunan rumah akan kita bongkar dan nanti dibangun lagi agak kecil untuk ditempati adik saya,” sebutnya.
Kepala Desa Bulungcangkring, Sulakim mengungkapkan, dari peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Namun ada 2 sepeda motor dan satu unit televisi rusak. Selain itu, bangunan juga rusak total. Atap seluruhnya roboh, begitu pula tembok pintu masuk.
“Total kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta,” katanya.
Setelah ini, pihak desa akan langsung menindaklanjuti dengan mengusahakan adanya bedah rumah.
“Data-data seperti KTP hingga KK sudah kami kumpulan, nanti akan kami ajukan untuk bedah rumah. Semoga bisa segera ditangani,” ungkapnya.
Baca Juga: Enam Titik Jadi Prioritas Perbaikan Jalan Kudus-Purwodadi, Anggaran Capai Rp7,7 Miliar
Namun dalam waktu dekat, pihak desa juga akan memberikan santunan untuk korban yang terdampak. Termasuk membantu membersihkan puing-puing bangunan bersama warga sekitar.
“Untuk sementara, korban akan tinggal di tempat saudaranya yang berada di samping rumah yang roboh,” tutup Kades.
Editor: Haikal Rosyada

