BETANEWS.ID, PATI – Situs Patiayam yang di wilayah Kabupaten Pati menyimpan potensi penemuan fosil purba yang besar. Namun sayangnya, sampai saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati belum menggarapnya dengan serius.
Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Nasional, Surya Helmi, mengatakan, selama ini penemuan fosil purba mayoritas berada di Bukit Patiayam wilayah Kudus. Padahal, wilayah Pati punya potensi yang sama besar.
Baca Juga: Ini Logo Resmi Hari Jadi Pati ke-702 Serta Makna dan Filosofinya
“Pati sebenarnya potensinya sama dengan Kudus. Saya lihat di Kudus sudah ada Museum Purbakala, itu tergantung kepada pemerintah daerahnya. Perhatian pemerintah daerahnya,” ujarnya,usai meninjau situs Patiayam di Desa Wangunrejo, Margorejo, Pati, kemarin.
Menurutnya, selama ini Pemkab Pati belum mengeksplor potensi penemuan fosil purba yang ada di daerahnya. Padahal, hewan purba baik di Kudus maupun Pati itu habitatnya sama karena berada di satu wilayah.
“Saya lihat Kadis (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus) sangat bersemangat untuk mengekspos Patiayam. Dia bilang, kami tidak punya sumber daya alam, kami cuma punya sumber daya budaya. Jadi itu yang dimaksimalkan,” ucapnya.
Di sisi lain, soal pengusulan Situs Patiayam jadi Cagar Budaya Peringkat Nasional, Helmi mengatakan bahwa Situs Patiayam sangat berpotensi karena temuan fosilnya sangat banyak sekali. Bahkan, kemarin baru saja ada penemuan fosil gajah purba utuh.
“Bukan tidak mungkin ada temuan fosil manusianya. Karena temuan manusianya masih kurang ini, baru ada gigi dan beberapa organ lain. Tapi alat yang dipergunakan manusia seperti kapak batu itu sudah ditemukan. Itu memperlihatkan ciri adanya manusia,” jelasnya.
Helmi menjelaskan, untuk menjadi cagar budaya peringkat nasional, pengajuannya harus bertahap dari kabupaten/kota, provinsi, baru kemudian nasional. Jika memungkinkan, pengajuan itu akan dilanjutkan sampai tingkat dunia.
“Jika pemerintah daerah serius melestarikan alamnya, bukan tidak mungkin Situs Patiayam bisa jadi warisan dunia,” sebut Helmi.
Baca Juga: Dulu Ramai dan Dibanggakan, Kini Plaza Pragola Pati Hanya Sisakan Sunyi
Petugas Museum Patiayam, Ari Mustakim, menjelaskan, saat ini Museum Patiayam punya koleksi 10 ribu fosil dan mayoritas ditemukan di wilayah Kudus yaitu di Desa Terban, Gondoharum, Klaling, dan Dukuh Kedungmojo, Desa Tanjungrejo. Kemudian sebagian kecil di Pati, yaitu Banyuurip, Wangunrejo, Badegan, Sokobubuk, dan Sokokulon.
“Potensinya hampir sama, harus dikembangkan. Di Pati, Daerah Sudo (Desa Wangunrejo) ini banyak temuan fosil. Kemarin baru ditemukan dua fragmen gading dan kepala banteng di Kawasan Pati. Kemudian ada penemuan alat budaya juga,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

