31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Es Gempol Pleret Karyati Jepara, Manis Lembutnya Lumer di Mulut

BETANEWS.ID, KUDUS – “Es Gempol Pleret Ibu Karyati” di tepi jalan Desa Purwogondo, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, hampir setiap siang ramai dipadati pembeli.

Setelah beberapa waktu menunggu, sang pemilik warung akhirnya meluangkan waktu untuk berbagi cerita. Karyati menjelaskan, bahwa dirinya mulai meracik es gempol pleret sejak 2015. Berbekal resep buatan sendiri dan bahan-bahan pilihan, ia merintis usaha tersebut dari nol.

Baca Juga: Sukses dengan Telur Gulung, Endogmu Segera Luncurkan Seafood Gulung

-Advertisement-

Kini, selain di warung utamanya, es gempol buatannya juga bisa dinikmati di beberapa cabang yang tersebar di wilayah Jepara.

“Dulu cuma coba-coba, sekarang malah banyak yang langganan. Anak kecil sampai orang tua suka,” ujar Karyati saat ditemui di warungnya beberapa waktu lalu.

Es gempol pleret Karyati disajikan dalam mangkuk sedang, berisi kuah santan yang gurih, es batu, dan gempol serta pleret sebagai isi utamanya. Gempol berbentuk bulat dan kenyal, sementara pleret menyerupai gulungan lembut yang di dalamnya berisi cairan gula merah.

“Biasanya saya pakai daun pandan asli buat pewarna, santannya dari kelapa yang diparut sendiri. Gula merah juga yang kental, bukan yang encer-encer itu,” jelasnya.

Karyati menyebutkan, salah satu keunikan dari pleret buatannya terletak pada isiannya yang berisi gula merah cair. Saat disantap, gula itu langsung lumer di mulut, menciptakan sensasi rasa yang khas. Tambahan sedikit gula pasir di dasar mangkuk memperkuat rasa manis, tanpa menjadi berlebihan.

Harganya pun ramah kantong. Hanya dengan Rp5.000 per mangkuk, pembeli bisa menikmati satu porsi es gempol pleret yang menyegarkan. Tak heran jika setiap akhir pekan, warung ini bisa menjual lebih dari 100 porsi dalam sehari.

“Kalau Sabtu-Minggu atau pas hari panas, bisa habis 110 porsi. Kadang ada yang bungkus hingga lima,” katanya.

Baca Juga: Jagung Bakar Bu Sablah, Camilan Legendaris di GOR Wergu Kudus

Beberapa pelanggan setia mengaku menyukai tekstur lembut pleret buatan Karyati. Mereka merasa rasa dan keaslian resep tradisional inilah yang membuat warung ini tetap bertahan di tengah maraknya minuman kekinian.

“Yang bikin beda tuh pleretnya, lembut, terus pas digigit ada gula merahnya. Nggak ada di tempat lain,” kata salah satu pelanggan.

Penulis: M Satrio Budi R, Mahasiswa PPL UIN Sunan Kudus

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER