BETANEWS.ID, KUDUS – Di belakang Kampus Barat UIN Sunan Kudus, sebuah lapak kecil bertuliskan “Endogmu” nyaris tak pernah sepi pembeli. Di atas wajan, adonan telur digoreng hingga harum menggoda. Lapak tersebut tak lain milik Wakhid (25). Dengan telaten, pemuda asal Demak itu tampak melayani satu per satu pelanggan yang datang.
Wakhid mengaku, bahwa usahanya sudah dirintis sekitar tujuh bulan lalu. Berawal dari keinginan mandiri setelah lulus kuliah, ia memutuskan membuka lapak jajanan telur dengan peralatan sederhana.
Baca Juga: 60 Stand UMKM Meriahkan Haul Mbah Buyut Kronowongso Dersalam Kudus
Setiap hari, Wakhid mulai buka pukul 09.00 hingga 19.00 WIB. Ia menjual berbagai varian jajanan telur, mulai dari telur gulung original, isi sosis, bakso, hingga telur obong. Harganya pun terbilang ramah di kantong, mulai Rp1000 hungga Rp5000 per tusuk.
“Paling laris yang isi sosis dan telur obong. Kalau jam istirahat bisa antre panjang,” terangnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Meski lapaknya sederhana, Wakhid mengaku tetap konsisten dalam menjaga rasa dan kebersihan. Ia percaya, makanan enak harus diiringi pelayanan yang bersih dan cepat.
Baca Juga: Laris Manis, Sate Kenyil Kang Cepot Kudus Terjual 1.000 Tusuk Sehari
Ia juga membeberkan, bahwa saat ini sedang menyiapkan menu baru, yaitu seafood gulung dengan isian seperti crab stick dan udang. Wakhid berharap, menu ini bisa menarik lebih banyak pecinta kuliner dan menjadikan Endogmu tak hanya digemari mahasiswa, tapi juga masyarakat luas.
“Jadi bagi siapa saja yang mau memulai usaha, jangan tumbang sebelum berusaha,” pesan Wakhid.
Penulis: M. Fatkhur Rifqi, Mahasiswa PPL UIN Sunan Kudus
Editor: Haikal Rosyada

