31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Nelayan Sebut Bendung Karet jadi “Biang” Aliran Sungai Juwana Dipenuhi Eceng Gondok

BETANEWS.ID, PATI – Keberadaan eceng gondok yang memenuhi aliran Sungai Juwana dikeluhkan nelayan tradisional. Tanaman gulma yang hidup mengambang ini disebut mengganggu aktivitas nelayan untuk melaut.

Daman, Koordinator Nelayan Tradisional Juwana mengatakan, gara-gara eceng gondok yang berada di aliran Sungai Juwana itu, ada ratusan nelayan tradisional di sejumlah desa di Kecamatan Juwana yang tidak bisa mencari melaut.

Baca Juga: Nelayan Keluhkan Eceng Gondok yang Menumpuk di Aliran Sungai Juwana

-Advertisement-

“Sekitar 150 perahu (tak bisa melaut). Khususnya di Desa Bumirejo, Bendar dan Kedungpancing,” ujar Daman, Jumat (4/7/2025).

Daman menyebut, banyaknya enceng gondok ini, katanya setelah beroperasi Bendung Karet yang berada di Desa Bungasrejo Kecamatan Jakenan Pati. Menurutnya, bendungan tersebut membuat tanaman enceng gondok tersebut sulit dikendalikan.

“Sebelumnya memang ada, tapi tidak sebanyak setelah Bendung Kembang Kempis aktif, ” imbuh Daman.

Ia menyebut, keberadaan Bendung Karet membuat eceng gondok menumpuk di lokasi bendung. Sehingga ketika hujan deras, tanaman mengambang itu langsung meluap ke bawah.

Dengan kondisi musim kemarau basah seperti ini, menurutnya hal itu bisa terjadi tiga sampai lima kali dalam sebulan. Akibatnya, eceng gondok yang terbawa arus aliran sungai, justru menghambat aktivitas nelayan untuk melaut.

Bahkan, dalam sebulan nelayan bisa sampai dengan lima kali tidak melaut gegara adanya eceng gondok tersebut. Ia menghitung 1 nelayan bisa kehilangan Rp 200 ribu karena tak bisa mencari ikan di laut.

“Kerugian kalau musim kemarau basah paling tidak satu minggu 5 kali tidak bisa melaut. Kalau dihitung nominal per harinya Rp200 ribu, itu 1 nelayan,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya berharap agar pemerintah bisa memberikan solusi. Yakni, supaya eceng gondok tersebut bisa dimanfaatkan, sehingga tidak mengganggu nelayan.

Baca Juga: Soal Dugaan Pelanggaran Pengangkatan Direktur RSUD Soewondo, Sudewo : ‘Sudah Clear’

“Paling tidak, pemerintah itu harus memfasilitasi. Supaya eceng gondok itu sebelum dilarutkan ke utara (arah laut), agar pemerintah memberi solusi, agar sampah-sampah tersebut diangkut ke darat,” ucapnya.

Bukan hanya itu saja, ia berharap ada manajemen atau pengaturan terkait dengan pembukaan Bendung Kembang Kempis tersebut.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER