31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Tiga SMP Negeri di Kudus yang Kekurangan Siswa Ajukan Perpanjangan Pendaftaran Sekolah 

BETANEWS.ID, KUDUS – Tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di Kabupaten Kudus yang belum memenuhi kuota siswa baru tahun ajaran 2025/2026 mengajukan permohonan perpanjangan pendaftaran secara offline. Surat permohonan tersebut telah dikirimkan ke Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus.

Ketiga sekolah tersebut adalah SMP 4 Bae, SMP 3 Jekulo, dan SMP 2 Dawe. Surat pengajuan dari sekolah itu telah diterima oleh Disdikpora, dan dijadwalkan pendaftaran secara offline akan dimulai besok, Selasa (1/7/2025).

Baca Juga: Terbesar dalam Sejarah, MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 Digelar di Kudus

-Advertisement-

“Surat permohonan dari sekolah sudah kami terima hari ini. Ketiganya juga sudah kami konfirmasi, dan teknis pelaksanaan SPMB offline sepenuhnya akan diatur oleh masing-masing sekolah,” kata Anggun Nugroho, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Senin (30/6/2025).

Ia menyebut, proses pendaftaran secara offline ini akan berlangsung cepat. Pihaknya menargetkan seluruh tahapan, mulai dari pendaftaran hingga daftar ulang, rampung paling lambat seminggu sebelum tahun ajaran baru dimulai pada 14 Juli 2025.

“Pendaftaran offline mulai besok, pengumuman hasil seleksi pada Jumat, dan daftar ulang dijadwalkan minggu depan,” ungkapnya.

Anggun menjelaskan, pengajuan pendaftaran offline tetap menggunakan empat jalur seperti pada sistem online sebelumnya, yaitu jalur domisili, afirmasi, mutasi, dan prestasi. Namun sekolah bisa menyesuaikan berdasarkan jalur yang masih dibutuhkan sesuai dengan kuota yang belum terpenuhi.

Anggun berharap, proses SPMB offline ini bisa mengisi kekosongan daya tampung siswa di sekolah-sekolah yang masih kekurangan.

Sebagai informasi, SMP 4 Bae hanya menerima 203 siswa dari total kuota 256 siswa. Dengan rincian, 102 siswa dari jalur domisili, 93 jalur prestasi, dan 8 jalur afirmasi. Sementara jalur mutasi tidak diisi sama sekali.

Baca Juga: Festival Kali Gelis Angkat Sejarah Lahirnya Kretek di Kudus

Situasi serupa juga terjadi di SMP 2 Dawe yang hanya menerima 226 siswa dari 256 kuota. Pendaftar terdiri dari 99 siswa jalur domisili, 88 prestasi, 38 afirmasi, dan hanya satu siswa dari jalur mutasi.

Kemudian SMP 3 Jekulo, yang juga memiliki daya tampung 256 siswa, hanya berhasil menjaring 238 siswa baru. Rinciannya, 102 dari jalur domisili, 91 jalur prestasi, dan 25 jalur afirmasi. Jalur mutasi kembali tidak terisi.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER