BETANEWS.ID, PATI – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU, Arifatul Choiri Fauzi dan Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, menunjukkan kepeduliannya terhadap anak-anak yatim di Kabupaten Pati dengan cara yang tak biasa.
Petinggi Muslimat NU ini mengajak puluhan anak-anak yatim untuk belanja langsung peralatan sekolah di Toko Buku Puas, salah satu toko alat tulis terbesar di Kabupaten Pati.
Baca Juga: Kementerian PPPA Kucurkan Rp400 Juta ke Pati untuk Program Perlindungan
Kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh kebahagiaan. Anak-anak tampak antusias memilih sendiri perlengkapan sekolah seperti tas, buku tulis, pensil, penggaris hingga alat gambar.
”Muharram itu bulannya anak yatim. maka kami berikan nuansa yang berbeda. Jadi santunannya dengan bentuk lainnya, mengajak anak-anak ke toko buku untuk memenuhi kebutuhan sekolah. Karena ini lagi masa libur dan untuk persiapan masuk sekolah,” ujar Arifah, yang saat ini juga menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, pada Minggu (29/6/2025).
Katanya, pembelian buku ini merupakan wujud kepedulian dan perlindungan kepada anak yatim. Ia pun berharap anak yatim di Kabupaten Pati juga mendapatkan kehidupan yang lebih layak nantinya.
“Ini juga wujud perlindungan terhadap anak agar mereka semangat belajar untuk mendapatkan kehidupan lebih baik lagi,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, tampak pula Khofifah yang juga menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur itu, memberikan anak-anak yatim bendera merah putih.
Menurutnya, pemberian bendera merah putih kepada anak yatim ini, sebagai bagian merayakan Hari Keluarga Nasional (Harganas). Ia pun menilai perlu perlindungan perempuan maupun anak dalam keluarga.
” Pada 29 Juni itu Harganas (Hari Keluarga Nasional). Di PBB, ada family foundation. Jadi betapa luar biasa perhatian PBB terhadap keluarga. Berbagai bantuan sosial itu basisnya keluarga. Agar ada ketahanan keluarga,” sebutnya.
Di sisi lain, Khofifah memilih membelikan bendera merah putih kepada anak yatim agar semangat nasionalis semakin kuat.
Baca Juga: Bocah 15 Tahun di Pati Diduga Jadi Korban Pemerkosaan Geng Motor, Kini Depresi Berat
“Saya beri bendera, karena per 1 Agustus kita kibarkan bendera selama satu bulan. Saya rasa pesan mereh putih itu sangat kuat untuk anak Indonesia dan anak Pati,” ucapnya.
Ia menambahkan, di dalam keluarga terdapat elemen yang memiliki kerentanan untuk mendapatkan perhatian. Potensi kerentanan itu yakni anak, perempuan, dan lansia. Maka, pemberian perlindungan katanya sangat penting.
Editor: Haikal Rosyada

