BETANEWS.ID, PATI – Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), menghadiri acara Istighotsah Kubro di Kabupaten Pati pada Minggu (29/6/2025).
Kegiatan yang dipusatkan di halaman Gedung PC Muslimat NU Pati ini, dalam rangka memperingati Harlah Muslimat NU ke-79 dan Peringatan Tahun Baru Islam 1447 H, serta menyambut kedatangan jemaah haji Muslimat Pati.
Baca Juga: Kementerian PPPA Kucurkan Rp400 Juta ke Pati untuk Program Perlindungan
Tampak hadir pada acara tersebut, Ketua Umum PP Muslimat NU Arifatul Choiri Fauzi yang juga sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia. Kemudian, Ketua PW Muslimat NU Jateng Ismawati Hafiedz, Bupati Pati Sudewo dan sejumlah pejabat daerah serta undangan lainnya.
Ribuan kader Muslimat dari berbagai penjuru wilayah di Kabupaten Pati juga tampak memadati tempat kegiatan tersebut.
Pada kesempatan itu, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan beberapa program andalan dari Muslimat. Di antaranya adalah Muslimat Cantik Sadar Lingkungan (Mustika Darling) dan Muslimat Cantik Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem (Mustika Mesem).
Program-program Muslimat itu, menurut Khofifah, sejalan dengan agenda pembangunan daerah. Khususnya dalam pengelolaan sampah dan pemberdayaan masyarakat desa.
“Termasuk keberadaan 147 panti asuhan dan 9 panti lansia. Kemudian, kita juga memberikan pelatihan kepada 2.500 paralegal Muslimat yang saat ini sedang menjalani magang dan akan mendapatkan sertifikasi. Baik itu nasional maupun internasional,” ujarnya.
Kader Muslimat yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur itu menegaskan, bahwa fokus utama Muslimat NU bukan hanya memperingati tanggal lahir organisasi. Namun katanya lebih dari itu, yakni memperingati substansi pengabdian dan kontribusi sosial yang terus diberikan kepada masyarakat.
Khofifah juga berbagi cerita soal keberhasilan Jawa Timur menjadi provinsi dengan produksi beras terbesar di Indonesia sejak 2020. Ia pun mendorong generasi muda untuk kembali mencintai sektor pertanian dan mengembangkan potensi desa.
“Anak-anak muda harus kita dorong untuk berproses di desa. Pertanian adalah sektor strategis yang harus terus dikembangkan,” pungkasnya.
Sementara itu, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menyampaikan apresiasi atas kiprah Muslimat NU yang telah berkontribusi dalam pengabdian panjang terhadap bangsa dan negara.
Ia menyoroti peran penting organisasi ini dalam mendampingi perempuan dan anak di tengah berbagai persoalan sosial.
Baca Juga: Bocah 15 Tahun di Pati Diduga Jadi Korban Pemerkosaan Geng Motor, Kini Depresi Berat
“Berdasarkan survei nasional tahun 2024, 1 dari 4 perempuan dan 1 dari 2 anak di Indonesia pernah mengalami kekerasan. Ini menjadi tantangan besar yang membutuhkan kolaborasi, termasuk dengan Muslimat NU,” kata Arifah.
Ia menekankan pentingnya kerja sama dan sinergi lintas sektor untuk menyelesaikan persoalan tersebut, sekaligus mendorong perlindungan dan pemberdayaan yang lebih masif.
Editor: Haikal Rosyada

