31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Tahu Walik Petis Bu Ida, Kuliner Khas Banyuwangi yang Laris Manis di Jepara

BETANEWS.ID, JEPARA- Di sebuah warung sederhana di Desa Ujungbatu, Kecamatan Kota Jepara, Ida Wahyu Rahmawati (56) sibuk melayani pembeli. Bersama suami dan beberapa karyawannya, ia menyiapkan tahu walik, camilan khas Banyuwangi yang kini semakin populer.

Suaminya dengan cekatan memotong tahu kotak goreng, membaliknya, lalu mengisinya dengan adonan bakso. Setelah itu, tahu-tahu tersebut ditata rapi dalam mika dan diberi label. Sebagian lainnya langsung digoreng matang untuk disajikan kepada pelanggan.

Baca Juga: Gudeg Yu Santi, Sarapan Murah Meriah Andalan Warga Kudus

-Advertisement-

Usaha tahu walik Ida berdiri sekitar delapan tahun lalu. Ia mengaku terinspirasi dari keluarganya di Banyuwangi, yang lebih dulu berjualan tahu walik. Melihat peluang di Jepara, ia pun memutuskan untuk memperkenalkan camilan ini di daerah barunya.

“Saya ingin meneruskan usaha keluarga di Banyuwangi. Dulu keluarga saya sudah jualan tahu walik di sana, jadi saya coba produksi sendiri di Jepara,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Tak disangka, tahu waliknya mendapat respons positif dan berhasil menarik banyak pelanggan. Usahanya yang diberi nama Tahu Walik Legend Bu Ida itu, kini menjadi salah satu kuliner favorit di Jepara.

Salah satu yang membuat tahu walik Bu Ida berbeda adalah sambal celupnya. Jika kebanyakan tahu walik disajikan dengan saus cabai biasa, di sini pelanggan bisa menikmati tahu walik dengan petis asli Jawa Timur.

Petis ini dibuat dari ikan tuna yang dimasak hingga mengental, lalu dibumbui dan difermentasi. Bentuknya seperti pasta berwarna coklat kehitaman, dengan cita rasa gurih khas.

“Saya pesan langsung dari Banyuwangi, kadang juga dari Madura. Sekali pesan bisa sampai 60 kaleng ukuran besar, satu kaeng beratnya sekitar 24 kilogram. Kalau stok mulai menipis, saya langsung pesan lagi,” ungkapnya.

Selain tahu walik petis, warung Ida juga menyediakan varian lain, seperti tahu walik banjir yang diberi dengan kuah cuka dan tahu bakso biasa. Meski begitu, tahu walik petis tetap menjadi menu best seller.

Pelanggan yang datang tidak hanya dari Jepara, tetapi juga dari Kudus, Semarang, bahkan Jakarta. Beberapa orang juga membeli dalam jumlah banyak untuk dijual kembali.

“Resellernya datang sendiri ke sini, saya tidak pernah cari reseller. Biasanya mereka jual lagi di kafe-kafe di Jepara dan Kudus,” katanya.

Warung Tahu Walik Legend Bu Ida buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 21.00 WIB. Berkat harga yang terjangkau, hanya Rp10.000 untuk 8 biji, lengkap dengan bumbu petisnya. Dagangannya sering kali sudah ludes sebelum Maghrib.

Baca Juga: Petis Iga Bakar Pagerharjo Pati Bikin Nagih, Diserbu Pembeli Setiap Hari

Dalam sehari, omzetnya bisa mencapai Rp1,5 juta hingga Rp2 juta pada hari biasa. Namun, jika sedang ramai, omzetnya bisa melonjak hingga Rp5 juta per hari.

“Alhamdulillah, usaha ini semakin berkembang. Yang penting terus menjaga kualitas dan rasa, karena itu yang bikin pelanggan selalu kembali. Saya juga melayani pemesanan online melalui WhatsApp dan GrabFood,” tambahnya.

Penulis: Nur Maisya Ayyasy, Mahasiswa Magang Unisnu

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER