Tanggul Sungai Ketitangwetan yang Longsor Makin Mengkawatirkan, Nyaris Merembet ke Rumah Warga

BETANEWS.ID, PATI – Banjir yang menerjang Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Pati, sekitar sebulan lalu berakibat tanggul Sungai Widodaren yang berada di desa setempat longsor. Hingga kini, belum ada penanganan secara permanen terkait longsornya tanggul sungai tersebut.

Justru, longsor pada tanggul sungai tersebut makin bertambah. Retakan pada bangunan tampak melebar. Begitupun dengan tanah yang di sisi tanggul juga terlihat retak cukup lebar, hingga membuat sebagian jalan rusak.

Baca Juga: Plt Kepala Disdikbud Pati Minta Warga Patuhi Program Bupati Soal Jam Belajar Malam Bagi Anak

-Advertisement-

Di samping tanggul sungai ini, juga terdapat rumah warga yang jaraknya hanya sekitar 1,5 meter saja. Dikhawatirkan, jika tidak segera ada penanganan, longsor akan melebar hingga mengenai bangunan rumah.

Sementara di bagian sisi utara, tampak talud juga longsor. Talud ini merupakan penyangga tanah jalan raya Pantura. Longsor di bagian tersebut juga terus bertambah lebar.

“Longsor ini terjadi satu bulan lalu pasca banjir besar. Karena arusnya terlalu deras, sekitar tanggul kali jebol. Besoknya banjir lagi dan  jebol lagi. Yang ke arah jalan raya juga sudah mengkhawatirkan, kalau jebol lagi bisa macet total Pantura, ” ujar Sulistiono, Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ketitangwetan, Senin (21/4/2025).

Belum lagi yang ke arah rumah warga. Jika tidak segera ada penanganan, katanya, bisa membahayakan perumahan warga yang ada di samping tanggul. Sebab, dikhawatirkan tanah amblas dan rumah bisa roboh.

Ia pun menyebut, kalau warga saat ini terus memantau kondisi tanggul sungai yang longsor tersebut. Kalau memang sudah mengkhawatirkan, nantinya akan disiapkan karung-karung untuk menanggulangi tanggul longsor. Namun, hal itu sifatnya hanya sementara.

“Sekarang masih aman, belum terlalu besar. Namun dikhawatirkan kalau ada banjir besar, tanggul akan longsor lagi. Apalagi, cuaca masih saat ini mendung, takutnya hujan turun lagi. Paling rawan hujan  di sini, satu hari saja hujan, banjir sudah meluap, ” ucapnya.

Baca Juga: Siswi di Pati Bikin Inovasi Plastik Ramah Lingkungan dari Bahan Kulit Kacang

Dirinya berharap dan meminta kepada pemerintah agar segera ada penanganan atau perbaikan. Ditakutkan, kalau terjadi banjir lagi, air akan meluber ke jalan raya. Hal itu, nantinya akan membahayakan pengendara yang lewat.

“Biasanya kalau di sebelah sana meluap, langsung ke jalan raya dan rawan terjadi kecelakaan. Karena, pengendara sepeda motor biasanya kalau ada genangan kan memilih ke tengah, dan itu tentu membahayakan, ” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER