BETANEWS.ID, PATI – Komisi D DPRD Pati menerima audiensi dari puluhan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang tergabung dalam Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI). Mereka diterima audiensi di ruang Rapat Paripurna DPRD Pati, Selasa (7/1/2025).
Pada kesempatan itu, puluhan guru PAUD menyampaikan aspirasi terkait dengan kesetaraan hak sebagai guru pendidikan formal, bukan nonformal.
Baca Juga: Tangis Guru PAUD Pecah saat Audiensi dengan DPRD Pati
Selain itu, puluhan guru PAUD itu juga menuntut adanya kenaikan bantuan kesejahteraan (bankes). Menurutnya, selama ini bankes untuk guru PAUD sebanyak Rp 100 ribu sebulan.
Menanggapi adanya aspirasi dari guru PAUD tersebut, Teguh Bandang Waluyo, Ketua Komisi D DPRD Pati mengatakan, bahwa pihaknya telah mendengarkan keluhan dari guru PAUD itu.
“Teman-teman guru PAUD kita dengarkan keluh kesahnya. Kata Pak Ketua DPRD Pati, kita harus menerima apa yang menjadi pengaduan masyarakat. Karena DPRD adalah tempat keluh kesah masyarakat, ” ucapnya.
Terkait dengan tuntutan kesetaraan hak, pihaknya mendorong agar nantinya ada revisi undang-undang yang mengatur terkait status lembaga PAUD.
Sementara, untuk bankes, pihaknya juga menyebut kalau di Pati memang masih jauh dari Kabupaten sebelah.
Untuk itu, pihaknya akan mengkomunikasikan terkait aspirasi guru PAUD tersebut kepada pimpinan.
“Kami juga akan komunikasi dengan Dinas Pendidikan, bagaimana ini kita perjuangkan di badan anggaran. Terutama tunjangan mereka tidak terlalu rendah. Kita juga mengingat apa yang menjadi kebutuhan Kabupaten Pati tidak hanya guru PAUD juga tetapi juga infrastruktur yang kita butuhkan,” imbuhnya.
Pihaknya meyakini, kalau Bupati Pati dan Wakil Bupati Pati terpilih akan memperhatikan nasib guru PAUD.
Baca Juga: Stok Darah di PMI Pati Kritis, Permintaan Sehari Bisa Capai 60 Kantong
Namun katanya, untuk bankes pihaknya tidak bisa menjanjikan akan bisa terealisasi tahun ini.
“Karena beliau-beliau hadir setelah kita selesai mengesahkan APBD 2025. Paling cepat kalau tidak perubahan ya murni 2026. Kami perjuangan itu, ” pungkasnya.Â
Editor: Haikal Rosyada

