BETANEWS.ID, JEPARA – Bencana kebakaran di Kabupaten Jepara masih cukup tinggi. Setiap hari tim pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Jepara menerima panggilan dari masyarakat. Bahkan jumat, (25/10/2024), tim Damkar menangani tiga kebakaran sekaligus di tiga tempat berbeda.
Kepala Bidang (Kabid) Damkar pada Satpol PP dan Damkar Jepara, Surana, mengatakan, timnya pertama kali keluar pada pukul 7.36 WIB, saat menerima informasi kebakaran rumah huni di Desa Sekuro RT 16 RW 4, Kecamatan Mlonggo. Rumah milik Hendro Santoso (34) terbakar akibat aktivitas membakar sampah di sekitar rumah, kemudian membesar dan merembet ke rumah.
Untuk memadamkan api, tim Damkar menerjunkan lima personel dengan dua unit mobil pemadam dari Mako 113 dan 1 Unit Pos Bangsri. Setelah dua jam lebih berjibaku dengan api, tim baru bisa memadamkan api sekitar pukul 9.01.
Baca juga: Kemarau Panjang, Produksi Gas Sampah di TPA Bandengan Tersendat
Usai dari Mlonggo, tepat pukul 9.28, tim kembali menerima informasi kebakaran di Desa Banjaran RT 4 RW VIII, Kecamatan Bangsri. Kebakaran terjadi pada gudang limbah kayu milik Naslur Rohman (56). Kebakaran seluas 100 meter persegi ini berhasil ditangani oleh dua anggota Damkar dengan menerjunkan satu unit kendaraan pemadam dari Pos Bangsri. Kebakaran berhasil diatasi tepat pukul 10.30.
Sebelum kejadian kebakaran kedua berhasil di tangani tuntas, yakni pada Pukul 09.45, tim kembali menerima informasi kebakaran di Desa Wonorejo RT 3, RW I, Kecamatan Jepara. Kebakaran menimpa sebuah kandang kambing dengan ukuran 48 persegi. Kebakaran juga diakibatkan oleh pembakaran sampah dia sekitar lokasi kejadian.
“Menerima informasi ini, tim langsung menurunkan lima personel dengan dua unit kendaraan pemadam dari Mako 113,” katanya melalui sambungan telepon.
Dalam waktu sekitar 20 menit, tim berhasil memadamkan si jago merah. Peristiwa-peristiwa kebakaran ini diketahui tidak memakan korban jiwa. Namun empat kambing ikut mati terbakar dan kerugian material lainnya diperkirakan mencapai Rp 222 juta.
Baca juga: Kasus Kebakaran Meningkat saat Kemarau, Damkar Jepara Malah Kekurangan Dana
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada. Menurutnya, banyak sekali peristiwa kebakaran yang disebabkan oleh pembakaran sampah di sekitar lokasi. Ia meminta masyarakat tidak sembarangan melakukan pembakaran sampah.
”Meskipun sudah mulai ada hujan, tetap harus waspada. Angin kencang bisa dengan mudah menyebabkan api yang terlihat sudah padam, kembali membakar dengan cepat,” pesannya.
Editor: Ahmad Muhlisin

