Diordean Bagikan Tips Mengajar Anak Usia Dini dengan Storytelling (2)

Anak-anak TK B di PAUD Terpadu Kalirejo, Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, tampak bersemangat saat menerima cup gelas dari Marcell Diordean Wu (15), Sabtu (5/10/2024). Dengan mata berbinar, mereka duduk melingkar, sambil memegang cup gelas masing-masing.

Setelah itu, Diordean membagikan kertas dan karet kepada setiap anak. Sambil memberikan instruksi dengan sabar, dia mengajarkan cara membuat roket sederhana dari benda-benda tersebut.

Langkah demi langkah, Diordean memandu mereka untuk menggulung kertas menjadi bentuk tabung dan menempelkan kertas itu di bagian atas cup gelas. “Ini adalah badan roket kalian,” ucapnya sambil memberi contoh.

-Advertisement-

Baca juga: Storytelling ala Diordean Berhasil Bawa Anak PAUD Kalirejo Eksplorasi Luar Angkasa (1)

Setelah itu, mereka mengikatkan karet di bagian bawah gelas untuk memberikan gaya dorong. Ketika roket-roket mini itu siap, anak-anak pun dipersilakan untuk mencoba meluncurkannya. Gelak tawa dan sorak kegembiraan memenuhi ruangan ketika roket-roket tersebut terbang ke udara, membuat proses belajar menjadi penuh keceriaan.

Lewat metode storytelling, Diordean membawa anak-anak PAUD Kalirejo mengenalkan computational thinking pada pengalaman belajar yang unik dan penuh kreativitas. Dalam kelasnya, ia tidak hanya bercerita, tetapi juga mengajarkan keterampilan berpikir logis dan kritis yang sangat penting bagi perkembangan anak.

Diordean memperkenalkan anak-anak pada dua pendekatan yang saling melengkapi, yaitu storytelling dan computational thinking. Storytelling, menurutnya, bukan hanya sarana hiburan, melainkan juga alat pendidikan yang sangat efektif. Melalui cerita, anak-anak belajar untuk lebih fokus, mendengarkan dengan seksama, dan menyerap informasi dengan lebih baik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER