Mengajar anak usia dini memiliki tantangan dan kesenangan tersendiri, sebagaimana yang dialami oleh Marcell Diordean Wu (15) saat pertama kali mengajar di PAUD Terpadu Kalirejo, Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, baru-baru ini. Meski baru pertama, melalui metode storytelling dan pengenalan computational thinking, dia berhasil menggabungkan pelajaran sains dan teknologi dengan imajinasi anak-anak.
Siswa SMA Internasional BINUS School Semarang, itu mengajar di PAUD Terpadu Kalirejo selama dua hari, yakni pada Jumat (4/10/2024) dan Sabtu (5/10/2024). Dalam pengajarannya, dia menerapkan metode storytelling, dengan mengajak anak-anak mengeksplorasi benda-benda luar angkasa dan inovasi energi terbarukan.
Salah satu cara yang efektif untuk menerapkan computational thinking pada anak-anak adalah melalui metode belajar yang menyenangkan dan interaktif, yakni metode storytelling.
Marcell Diordean Wu
Pada hari pertama, anak-anak dikenalkan kincir angin yang bisa menghasilkan energi terbarukan. Diordean juga mengajak anak-anak membuat kincir angin dengan bahan-bahan sederhana, kemudian menyusunnya tahap demi tahap.
“Kegiatan ini bukan hanya menanamkan pengetahuan, tetapi juga mengajarkan mereka cara berpikir inovatif dalam mencari solusi terhadap tantangan masa depan, seperti energi bersih,” terangnya kepada Betanews.id.
Baca juga: PAUD di Undaan Ini Disebut Mirip di Jepang, Fasilitas Lengkap dan Menyenangkan (4)
Pada hari kedua, Diordean mengajak anak-anak eksplorasi benda-benda luar angkasa. Dia menjelaskan bulan, bintang, matahari, dan menjelaskan bahwa dengan menggunakan roket manusia bisa ke luar angkasa. Setelah itu, para siswa kemudian diajak membuat roket dari bahan-bahan sederhana, antara lain cup gelas dan kertas.
Dari dua materi yang disampaikan hari pertama dan hari kedua tersebut, Diordean ingin mengajarkan para siswa di PAUD Kalirejo untuk mengenal computational thinking atau berpikir secara komputasional. Melalui dua kegiatan yang telah dilaksanakan itu, anak-anak diajar untuk mengenal pola dan langkah-langkah kreatif yang merupakan algoritma.
Selain itu, melalui kegiatan pembelajaran tersebut, siswa PAUD Kalirejo juga diajak untuk bercerita untuk menumbuhkan kepercayaan diri, serta mengajak mereka dekomposisi, yakni memecah masalah menjadi lebih kecil.
Salah satu cara yang efektif untuk menerapkan computational thinking pada anak-anak adalah melalui metode belajar yang menyenangkan dan interaktif, yakni metode storytelling. Efektivitas storytelling untuk anak usia dini terletak pada pendekatannya yang interaktif dan menyenangkan.

