Normalisasi Sungai Khadimah, BPBD Kudus: ‘Seakan-akan Buat Sungai Baru’

BETANEWS.ID, KUDUS – Sungai Khadimah yang tak tersentuh perawatan semenjak pembangunan awal pada 1986, kondisinya sangat memprihatikan. Sungai yang dulunya mempunyai dimensi eksisting lebar 24 meter dengan kedalaman 6 meter itu hampir pulih seperti daratan.

Melalui kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, dan Pemerintah Desa Karangrowo, Sungai Khadimah akhirnya dinormalisasi.

Sebab, saat musim penghujan, sebagian besar masyarakat RW 1 Dukuh Krajan, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan resah karena air sungai melimpas dan menggenangi rumah mereka.

-Advertisement-

Baca juga: Tak Pernah Dinormalisasi Sejak 1986, Sungai Khadimah Karangrowo Akhirnya Dikeruk

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi, BPBD Kudus, Syarif Hidayah, menjelaskan, pengerukan sungai di Dukuh Krajan itu seperti membuat sungai baru. Hal itu dikarenakan kondisinya sudah dangkal dan pulih dengan tanah, bahkan terlihat sama tinggi dengan pekarangan warga.

“Kendalanya volume pengerukan akan bertambah, tidak seperti kita memelihara sungai yang normal. Ini seakan-akan membuat sungai baru di atas sungai lama. Makanya kita agak lama, kami perlu bekerja keras,” ungkapnya.

Hal itu diperparah dengan adanya 44 rumah di Dukuh Karanganyar, Desa Payaman dan empat rumah di Dukuh Krajan, Desa Karangrowo yang berdiri di sempadan sungai. Bahkan, ada pula pepohonan maupun kandang dan WC warga setempat.

“Kami di kegiatan pengerukan yang sekarang tidak membongkar bangunan apapun. Prinsip sinergitas dan humanitas yang kita pakai. Kita carikan solusi, agar lebar penampang sungai atas tetap 6 meter lebar bawah 5 meter,” ujarnya.

Baca juga: Hingga Agustus, Serapan Belanja Modal Dinas PUPR Kudus Baru 5%

Syarif menyebut, tujuan pengerukan adalah agar terbentuk penampang sungai sehingga air dari permukiman maupun saluran-saluran yg berhilir ke sungai khadimah Krajan dapat mengalir lancar menuju sungai JU1 dan Sungai Khadimah ke arah Sungai Jungkemi.

 Menurutnya, normalisasi itu akan dilakukan sepanjang 1,27 kilometer dengan terget lebar sungai 6 meter dan kedalaman 2 meter.

“Target selesai selama 24 hari, di mana pengerukan mulai dilakukan pada Jumat 27 September lalu. Untuk target selesai pada 21 Oktober nanti,” jelasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER