BETANEWS.ID, KUDUS – Sungai Khadimah yang berada di Dukuh Krajan, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, kondisinya sangat parah. Sungai yang dibangun pada 1986 silam itu tak pernah ada perawatan sehingga kondinya sangat dangkal. Bahkan, sungai yang awalnya mempunyai lebar 24 meter dengan kedalaman 6 meter itu hanya tersisa beberapa meter saja.
Setalah terabaikan selama kurang lebih 38 tahun, kemudian muncul bangunan liar seperti kandang dan WC milik warga di atas sempadan Sungai Khadimah. Selain itu, pepohonan yang tumbuh di sungai terlihat sangat banyak, sehingga proses pengerukan butuh waktu cukup lama.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Syarif Hidayah, mengatakan, pengerukan sungai tersebut merupakan hasil sinergi antara BPBD Kudus dengan BBWS Pemali Juwana dan Pemerintah Desa (Pemdes) Karangrowo. BBWS Pemali Juwana memberikan bantuan alat berat eskavator, termasuk finansial seperti BBM dan mobilisasi.
Baca juga: Wamentan Nyemplung ke Sawah di Kudus, Ikut Tanam Padi Bersama Ibu-Ibu
“Sedangkan sinergi kami dengan Pemdes Karangrowo memfasilitasi melalui dukungan penyelesaian dari potensi, seperti apabila adanya konflik-konflik dengan masyarakat. Termasuk dalam hal ini, tensi-tensi yang muncul di lapangan, misalnya harus ada biaya penebangan pohon, biaya perapian tebing, itu difasilitasi oleh pemerintah desa,” jelasnya.
Ia menuturkan, pengerukan sungai dilakukan mulai Jumat (27/9/2024) lalu dan target selesai selama 24 hari atau sampai 21 Oktober mendatang. Target pengerukan sepanjang 1,27 kilometer sampai percabangan dengan Krajan ke arah Sungai Jungkemi dan Khadimah yang ke arah jeratun atau JU1. Debit air ini dibuang kekanan ke arah Jungkemi separuh akan dibuang ke arah JU lewat Sungai Khadimah juga.
“Rencana kami yang sudah disetujui lebar atap enam meter, bawah lima meter dengan kemiringan 60 derajat. Sedangkan kedalaman bervariasi, empat meter dari muka pekarangan. Jadi nanti tanggul naik dua meter. Jadi kita bangun tanggul di Selatan dua meter. Kenapa di selatan, karena posisi alat yang bisa berjalan memungkinkan jalan kerja hanya di Selatan, sedangkan di Utara kondisinya banyak bangunan,” tuturnya.
Baca juga: Proyek Drainase di Jl KH Turaichan Kudus Telan Dana Rp 5,2 M
Kepala Dusun Krajan, Kuntoro mengaku senang dengan adanya kegiatan pengerukan Sungai Khadimah. Menurutnya, sungai itu sudah lama tidak dilakukan perawatan, sehingga kondisinya dangkal.
“Kami dari Pemdes, apabila dibutuhkan siap mendukung. Harapannya ke pemerintah yang berwenang agar bisa selalu merawat sungai. Ibaratnya ada perawatan, apakah itu empat tahun sekali atau lima tahun sekali. Sehingga tidak dangkal seperti ini,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

