Dorong Petani Tanam Padi pada Oktober, Kementan Sebar Bibit Gratis

BETANEWS.ID, JEPARA – Kementerian Pertanian akan memberikan bantuan bibit padi gratis pada petani yang mau menanam pada Oktober. Langkah ini untuk mengejar panen raya pada Januari 2025.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono mengatakan, ketika petani memulai masa tanam pada November, biasanya intensitas hujan sudah cukup tinggi sehingga dikhawatirkan akan berakibat pada mundurnya masa panen raya.

“Hari ini kami melakukan kunjungan kerja untuk memastikan bahwa di Oktober ini, kami push petani harus nanam di Oktober. Yang mau nanti kita kasih bibit gratis, tapi khusus Oktober. Lewat dari itu hangus,” katanya di Desa Kelet, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara Kamis, (3/10/2024).

-Advertisement-

Baca juga: Petani Kudus Keluhkan Harga yang Tak Pasti

Ia sendiri menyadari bahwa bulan ini, kondisi cuaca masih didominasi musim kemarau sehingga lahan pertanian banyak yang mengalami kekeringan. Untuk itu, ia memberikan bantuan berupa 106 unit pompa air bagi petani Kabupaten Jepara.

Bantuan pompa air tersebut harapannya bisa membantu petani untuk memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian. Sehingga masa tanam petani tidak mengalami kemunduran.

“Kita kan nggak boleh dong nungguin hujan, kalau nungguin hujan, ya, orang lapar. Makanya kita berikan bantuan pompa, di mana ada sumber air kita pompa di situ. Sehingga lahan kering tadi nggak harus nunggu hujan, tetapi walaupun musim kemarau kita pompa bisa nanam,” katanya.

Selain persolan sumber mata air di lahan pertanian, ia juga banyak dicurhati terkait susahnya petani mendapatkan pupuk bersubsidi.

Baca juga: Bantuan Gagal Panen 5.084 Petani Kudus Ditarget Cair Oktober

“Saat saya ke beberapa wilayah, persolan pupuk ini selalu mengemuka. Untuk itu saya  sepakat ingin membawa persoalan ini nanti. Agar ke depan tata kelola pupuk bisa kita perbaiki dan bagaimana memastikan pupuk Indonesia sebagai produsen dan distributor, pupuk itu bisa sampai ke petani,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut juga turut diserahkan bantuan berupa 1.785 hektare bibit padi, 2.000 hektare benih jagung, 2.000 paket pestisida, 200 unit NPK, tiga unit combine harvester, empat unit traktor roda 4, 26 unit traktor roda 2, 30 unit irigasi perpompaan, dan tiga unit irigasi perpipaan.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER