BETANEWS.ID, JEPARA – Sejak pagi area gazebo Museum Kartini ramai oleh puluhan anak berseragam SMP. Mereka terlihat antusias mengikuti kegiatan belajar bersama dengan tema membatik di atas bambu.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Muh Eko Uddyyono, mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka memperingati hari batik yang diadakan selama dua hari, Selasa-Rabu (1-2/10/2024).
“Hari ini kita ada kegiatan membatik bersama tetapi medianya tidak kain melainkan bambu dalam rangka memperingati hari batik nasional. Total ada 80 siswa SMP dari sekitar Kecamatan Jepara yang berpartisipasi,” katanya usai membuka kegiatan Pemeran Batik di Aula Museum Kartini Jepara, Selasa (1/10/2024).
Baca juga: Cantiknya Batik Motif Ukir Jepara dari Batik Sekar yang Jadi Oleh-Oleh Favorit Turis Mancanegara
Pihaknya sengaja memilih bambu sebagai media membatik karena mudah ditemukan dan keberadaanya melimpah. Selain itu, pemilihan media bambu juga untuk meningkatkan nilai jual dari barang yang semula dianggap limbah.
“Kalau di kain itu, kan, sudah biasa, sehingga kita memilih bahan-bahan yang tidak biasa. Dengan membatik di atas bambu kemudian dikasih warna maka akan meningkatkan nilai jual dari barang yang semula tidak berharga menjadi berharga,” jelasnya.
Sub Koordinator Bidang Sejarah dan Kepurbakalaan Disparbud Jepara, Lia Supardianik, menambahkan, dalam kegiatan kali ini juga digelar pameran batik. Pameran tersebut sebagai upaya untuk mendukung dan menjadikan Batik Jepara sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di Kabupaten Jepara.
“Kami berharap Batik Jepara ini bisa menjadi salah satu WBTB yang ada di Indonesia,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, perkembangan Batik di Jepara tidak dapat lepas dari sosok Raden Ajeng Kartini, yang telah mengajarkan seni batik kepada putri-putri Jepara di Serambi Belakang Pendapa Kabupaten. Bahkan, Kartini telah berani menampilkan batik karyanya di kancah Internasional.
Baca juga: Batik Pring Suket Jadi Outfit Andalan Anak Muda yang Suka Tampil Ngejreng
Selain sebagai pewarisan budaya, pameran batik ini diharapkan bisa menjadi sarana promosi yang efektif untuk memperkenalkan Batik Jepara lebih mendalam dan dikenal masyarakat secara luas.
“Kegiatan ini melibatkan para perajin batik, pecinta batik, dan juga siswa-siswi sebagai aset masa depan pelestarin batik Jepara,” katanya.
Editor: Ahmad Muhlisin

