31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Cireng Pedas di IAIN Kudus Ini Laris Banget, Omzet Sehari Capai Rp1 Juta

BETANEWS.ID, KUDUS – Di dekat gerbang masuk Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, yang ada di Dukuh Ngetuk, Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, terdapat sebuah gerobak yang menjadi primadona di kalangan mahasiswa. Gerobak yang menjajakan cireng, martabak, dan lumpia itu milik Edi Suswanto (47).

Suswanto, begitu ia akrab disapa, mengaku sudah sekitar tiga tahun berjualan di sana. Namun, dari semua jajanan yang dijualnya, cireng pedas dengan isian ayam suwir menjadi favorit yang selalu laris manis.

Suswanto sedang menyiapkan dagangannya di dekat IAIN Kudus. Foto: Slamet Budiarso

Cireng, atau aci goreng, adalah jajanan berbahan dasar tepung kanji yang digoreng dengan isian ayam suwir berpadu dengan bumbu balado pedas. Teksturnya yang kenyal dan rasanya yang gurih membuat jajanan tersebut menjadi magnet bagi pelanggan, terutama mahasiswa IAIN Kudus.

-Advertisement-

Baca juga: Kisah 3 Sahabat Rintis Kedai Seblak Prasmanan Triple yang Omzetnya Menjanjikan

“Saya mulai berjualan sejak tiga tahun lalu. Sebelumnya saya bekerja sebagai tukang parkir. Karena melihat lokasi ini strategis, dekat dengan kampus, jadi saya mencoba peruntungan dengan berjualan cireng, martabak, dan lumpia,” kata Suswanto, beberapa waktu lalu.

Melihat peluang tersebut, Ia akhirnya berhasil menarik para mahasiswa yang menjadi mayoritas pembelinya. Sekitar 80 persen pelanggan Suswanto adalah mahasiswa IAIN Kudus, sementara sisanya adalah orang-orang yang kebetulan lewat di sekitar lokasi.

Tak hanya lokasi strategis, harga yang ditawarkan pun terjangkau, yakni mulai dari Rp1.000 hingga Rp1.500 per biji, sehingga tidak heran jika dagangan Suswanto cepat habis.

Dalam sehari, Suswanto bisa meraup omzet sekitar Rp250.000 hingga Rp 300.000 saat kampus libur. Sedangkan pada hari-hari aktif kuliah, omzetnya bisa mencapai Rp1 juta.

Baca juga: Jangan Remehkan Penjual Asongan, Omzet Ivan Capai Rp500 Ribu Sehari

Selain berjualan untuk pelanggan harian, Dia juga menerima pesanan dalam jumlah besar untuk acara-acara tertentu. Suswanto mengaku pernah mendapatkan pesanan hingga 170 biji cireng dalam satu waktu.

“Biasanya saya buka setiap hari, mulai pukul 8.30 WIB hingga 20.30 WIB. Alhamdulillah dagangan saya tidak pernah sepi. Saya berharap ke depan bisa membuka cabang di daerah lain,” tambahnya.

Penulis: Slamet Budiarso, Mahasiswa PPL IAIN Kudus

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER