Melihat Monumen Teroeskan di Pati yang Kini Kondisinya Terbengkelai

BETANEWS.ID, PATI – Sebuah monumen tampak berdiri kokoh di sebelah Timur halaman depan Hotel Pati, Jalan Panglima Soedirman. Ada limas persegi empat berada di tengah-tengah monumen tersebut. Terdapat pula patung pejuang kemerdekaan dengan membawa senjata.

Tiang penyangga bendera juga masih berdiri kokoh. Namun, terlihat bendera merah putih sudah koyak diterjang angin. Monumen itu bernama Teroeskan, yakni Monumen Perjuangan Tentara Pelajar.

Namun sayang, Monumen perjuangan tersebut kini kondisinya terbengkalai, tak terurus. Papan tanda Monumen Perjuangan Tentara Pelajar juga sudah mulai terkelupas.

-Advertisement-

Baca juga: Mengulik Sejarah Sendang Sani, Legenda Perjalanan Sunan Bonang dan Muridnya

Manajer Hotel Pati, Tugino, mengatakan, monumen itu didirikan pada 10 November 1984. Tugu tersebut untuk mengenang perjuangan Tentara Pelajar yang berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari cengkraman Belanda.

”Ada yang tertembak di sini. Kemudian didirikan Monumen Teroeskan. Atas inisiatif dari Kolonel Sudartono. Ia meninta pinjam lahan agar dibangun monumen seperti ini,” ujar Tugino.

Ia menjelaskan, nama Teroeskan dipilih dengan tujuan para generasi penerus meneruskan perjuangan para pejuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

”Ini agar adik-adik meneruskan perjuangan para tentara untuk megisi kemerdekaan,” ungkapnya.

Katanya, Hotel Pati dipilih menjadi lokasi Monumen Teroeskan lantaran di tempat ini menjadi Markas Komando Tentara Pelajar saat agresi militer Belanda kedua. Untuk mengenang para pejuang, maka didirikanlah monumen tersebut.

Menurutnya, ada pengurus untuk mengurusi Monumen Teroeskan. Namun, sejumlah pengurus sudah meninggal. Hal ini membuat Monumen Teroeskan seolah-olah terlantar.

”Harapan saya regenerasi. Pengurusnya aktif, kemudian melobi pemerintah daerah sehingga pemerintah daerah mengulurkan tangan untuk mengurusi ini, sehingga tak terbengkalai,” ucapnya.

Baca juga: 17 Benda Bersejarah Ditemukan di Teluk Awur Jepara, Diduga Zaman Ratu Kalinyamat

Penjaga parkir di tempat tersebut, Suyono mengaku tempat itu rutin menjadi lokasi upacara memperingati Hari Pahlawan, 10 November. Namun, sejak beberapa tahun terakhir, upacara peringatan Hari Pahlawan tak digelar.

”Dulu setiap 10 November diperingati dengan ada upacara di sini. Sudah lama ndak ada kunjungan baik pemerintah maupun siswa,” sebutnya.

Ia beberapa kali menyapu tugu tersebut. Namun, itu hanya sukarela, tanpa bayaran. Suyono pun menaruh harapan tugu bersejarah itu mendapatkan perawatan.

”Kondisinya ya seperti ini. Butuh perawatan padahal ini dulu tempat bersejarah. Dulu ini maskasnya Tentara Pelajar,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER