Taman Bojana yang ada di jalan Simpang Tujuh Kudus, Demaan, Kecamatan Kota, Kudus, sudah sejak lama dikenal sebagai pusat kuliner khas Kota Kretek. Di sana, banyak ditemukan warung-warung legendaris yang menjual makanan khas Kudus secara turun temurun. Satu di antaranya yakni warung soto kerbau Bu Marni, warung legendaris ini sudah diwariskan hingga tiga generasi.
Siang itu, warung Bu Marni yang kini dilanjutkan Hidayah (52) tampak ramai pembeli. Di sela-sela aktivitas melayani pembeli, Hidayah sudi berbagi cerita tentang usaha warisan neneknya tersebut. Sebelum mewarisi warung Bu Marni, dia mengaku sudah sejak lama membantu berjualan soto kerbau.

“Kalau dihitung dari zaman ibu saya ya sudah 25 tahun. Waktu belum nikah saya sudah bantu ibu jualan. Ibu saya jualan kan 10 tahunan, sedangkan saya sudah 15 tahun. Kalau mbah saya berjualan sekitar 17 tahun, jadi kalau dihitung dari mbah ya lama pol.” terangnya, Senin (22/07/2024).
Baca juga: Lentog Tanjung Pak Warsito, Warung Kuliner Khas Kudus yang Tak Pernah Sepi Pembeli
Ia menjelaskan, keunggulan soto kerbau Bu Marni terdapat pada kuahnya yang kaya akan rempah dan daging kerbaunya. Selain itu, daging kerbau pada soto Bu Marni terbilang empuk.
“Yang menjadi ciri khas ya rempahnya itu ada tambahan seperti cengkeh, merica dan lain-lain. Kaldunya juga lebih banyak, jadi sotonya mempunyai aroma khas dari kuah yang dicampur dari balungan dan sumsum,” bebernya.
Soto kerbau Bu Marni yang memiliki rasa gurih dan lezat menjadikannya banyak disukai berbagai kalangan. Selain warga Kudus, warung Bu Marni juga memiliki banyak pelanggan dari luar kota.
“Untuk pelanggan, banyak yang dari luar kota, dari Pati, Jepara, Semarang dan sekitarnya. Apalagi pas liburan, banyak yang mampir ke sini,” jelas Hidayah.
Baca juga: Produk Ikan di Asap Indah Demak Dijual Hingga ke Belanda dan Turki
Warung soto kerbau Bu Marni buka mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Satu porsi soto kerbau Bu Marni dijual dengan harga Rp 18 ribu. Dalam sehari, warung yang tidak pernah sepi pembeli ini bisa menghabiskan 2-4 kilogram daging kerbau.
“Selain soto, di sini juga menjual beberapa aneka sate, seperti sate telur puyuh, kerang, jeroan dan lain-lain,” ungkapnya. (Kunuzia Haisia – PPL IAIN Kudus)
Editor: Ahmad Rosyidi dan Suwoko

