BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Pertanian dan Pakan (Dispertan) Kabupaten Kudus memberikan pelatihan pembuatan pakan ternak kepada kelompok ternak Kanaya Barokah Desa Karang Malang, Kecamatan Gebog. Pelatihan tersebut bertujuan agar peternak memungkinkan mempunyai bank pakan, sehingga tak perlu mencari rumput setiap hari.
Kegiatan tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasi Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2024. Alokasi tersebut sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 215/PMK.07/2021 tentang Penggunaan, Pemantauan dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.
Baca Juga: Program Perbaikan 115 Sekolah di Kabupaten Kudus Mulai Jalan, Target Rampung Oktober 2024
Kabid Peternakan Dispertan, Arin Nikmah mengatakan, di era ketersediaan era hijauan pakan di lahan pertanian yang semakin sedikit, para peternak perlu mempunyai keahlian membuat pakan berkualitas sendiri. Para peternak harus mengupdate informasi terkait teknologi pakan ternak
“Oleh karena itu di tahun 2024, kami berinisiatif memberikan pelatihan pembuatan pakan ternak kepada kelompok ternak. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan kelompok ternak di Kudus nantinya mempunyai bank pakan,” ujar Arin kepada Betanews.id di sela-sela proses pembuatan pakan ternak belum lama ini.
Menurut Arin, ketika peternak mempunyai bank pakan maka ada jaminan ketersediaan pakan untuk ternak dalam jangka waktu lama. Untuk pelatihan pembuatan pakan, para peternak diajari dengan dua metode yakni fermentasi dan silase.
Metode fermentasi, lanjutnya, ada unsur konsentrat, premix, dan probiotik. Serta ada unsur bakteri baik yang dicampurkan dalam komponen pakan. Sehingga kualitas pakan yang dihasilkan lebih baik dari pada pakan segar.
Sementara silase adalah metode pengawetan hijauan pakan segar. Hijauan pakan dilayukan kemudian disimpan daalm kedap udara.
“Kedua metode tersebut sama-sama memungkinkan pakan bisa bertahan dengan waktu yang cukup lama. Sehingga bisa jadi stok pakan dalam jangka waktu lama dan peternak tak perlu mencari rumput setiap hari,” bebernya.
Arin mengatakan, pelatihan pembuatan pakan ternak sudah berjalan sekitar dua pekan. Selain kelompok ternak Kanaya Barokah, ada 8 kelompok ternak lain di Kudus yang dapat pelatihan serupa dan tersebar di Kecamatan, Dawe, Mejobo, Bae dan Kaliwungu. Sementara alokasi anggaran kurang lebih Rp 500 juta.
“Selain pelatihan, kelompok ternak juga diberikan bantuan sarana dan prasarana dalam pembuatan pakan ternak ferrnentasi dan silase. Di antaranya mesin pencacah pakan, bahan pakan dan lainnya,” ungkap Arin.
Selain jaminan ketersediaan pakan, tutur Arin, tujuan utama dari pelatihan pembuatan pakan ternak ini tentunya untuk meningkatkan kesejahteraan peternak di Kudus. Sebab dengan bisa mengolah pakan sendiri, pastinya akan menekan ongkos produksi.
“Ketika biaya produksi mampu ditekan seminim mungkin, tapi hasilnya masih bisa maksimal pasti keuntungan yang didapat peternak juga akan lebih banyak. Muaranya pasti perbaikan perekonomian peternak itu sendiri,” imbuhnya.
Sementara itu, ketua Kelompok Ternak Kanaya Barokah, Abdul Mukid menyampaikan terima kasihnya atas adanya pelatihan pembuatan pakan ternak. Menurutnya, dengan adanya pelatihan ini para peternak tak harus mencari rumput setiap hari.
“Jadi bisa lebih irit tenaga dan tentunya lebih ekonomis tanpa mengurangi protein dan serat pada pekan. Sehingga manfaat pada ternak tetap maksimal,” ujarnya.
Baca Juga: Pj Bupati Kudus: ‘Hari Anak Nasional, Momentum Anti Bullying di Sekolah’
Dia mengungkapkan, jumlah peternak di Kelompok Ternak Kanaya Barokah ada kurang lebih 12 orang dengan masing-masing memiliki kambing atau domba sebanyak 10 ekor. Menurutnya, dengan adanya pelatihan ini juga akan meringankan beban peternak di kala musim penghujan dan kemarau.
“Saat musim kamarau banyak pakan yang layu dan biasanya kurang baik untuk dijadikan pakan ternak, tapi dengan pelatihan ini kita jadi tahu hijauan pakan yang sudah layu tetap bisa digunakan untuk pakan ternak dengan metode silase. Sementara hijauan pakan segar bisa menggunakan metode fermentasi. Keduanya juga bisa bertahan cukup lama. Jadi pelatihan ini sangat membantu sekali,” kata Mukid.
Editor: Haikal Rosyada

