BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Pendidikan, kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus melakukan pengecekan langsung proses perbaikan sekolah, di antaranya di SD Negeri 6 dan SD 4 Terban, Kecamatan Jekulo, Rabu (24/7/2024). Program yang telah berjalan selama satu pekan tersebut menyasar kepada 115 sekolah di Kota Kretek.
Kabid Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, mengatakan, pekerjaan yang sudah berjalan di SD 6 Terban adalah perbaikan jamban. Total ada empat bilik jamban yang diperbaiki.
Baca Juga: Dilewati Tol Semarang-Tuban, Pj Bupati Upayakan ada Exit Tol di Kudus
“Prioritas kegiatan rehab sekolah di beberapa tahun terakhir ini kan memang berpusat ke kelas dan jamban. Dan, di SD 6 Terban ini yang mendesak untuk dilakukan rehab adalah jamban,” ujar Anggun kepada Betanews.id.
Menurutnya, jamban merupakan bagian dari fasilitas yang menunjang untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Jadi ketersediaan ruang kelas dan jambah yang nyaman, diharapkan bisa jadi faktor pendukung KBM di Kabupaten Kudus yang berkualitas.
“Perbaikan jamban di SD 6 Terban itu anggarannya kurang lebih Rp 90 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Kudus. Pekerjaan dimulai 1 Juli dan target selesainya 60 hari atau akhir Agustus sudah bisa serah terima pekerjaan,” bebernya.
Pekerjaan rehab jamban di SD 6 Terban, lanjut Anggun, meliputi pemasangan keramik, atap, instalasi air, pembangunan tower tempat tandon air, tangki septik dan lain sebagainya. Sebelum direhab, jamban di SD 6 Terban ini mampet dan tak layak, sehingga memang perlu di lakukan perbaikan.
“Jadi lengkap nanti jambannya. Empat bilik bisa digunakan secara sempurna,” jelasnya.
Sementara di SD 4 Terban, kata Anggun, perbaikan dilakukan untuk ruang kelas. Menurutnya, perbaikan ruang kelas ini merupakan bagian pekerjaan penguatan struktur. Sebab, lokasi SD yang dekat dengan Jalan Raya Pantura mengakibatkan ruang kelas yang memang sudah lama tak direhab banyak yang retak karena getaran.
“Dinding kelas dan keramik banyak yang retak. Selain itu karena dekat dengan lapangan, kaca ventilasi ruang kelas banyak yang pecah terkena bola,” ujarnya.
Anggun menyampaikan, ada dua ruang kelas di SD 4 Terban. Bagian yang dilakukan perbaikan, di antaranya penggantian keramik, plafon, dinding dan lainnya.
“Alokasi anggaran kurang lebih Rp180 juta. Proses pekerjaan 60 hari dan ini sudah berjalan sepekan. Mudah-mudahan nanti diakhir Agustus 2024 sudah selesai,” bebernya.
Baca Juga: PPSDSN Pendowo Upayakan Kesetaraan Penyandang Disabilitas di Dunia Kerja
Anggun mengatakan, di tahun 2024 total ada 115 sekolah yang akan diperbaiki. Terdiri dari 111 perbaikan SD dan 4 SMP. Perbaikan meliputi ruang kelas, jamban dan lainnya.
“Beberapa pekerjaan sudah mulai berjalan dan target selesai untuk seluruh pekerjaan tersebut yakni akhir Oktober 2024. Total anggarannya kurang lebih Rp23,7 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBD tahun 2024,” jelasnya.
Editor: Haikal Rosyada

