31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Teater Djarum Akan Pentaskan Lakon Liang Langit di 3 Kota, Catat Tanggalnya

BETANEWS.ID, KUDUS – Memasuki usia ke 21 tahun, Teater Djarum terus menunjukan eksistensinya. Dalam waktu dekat, teater binaan Djarum Foundation tersebut akan mementaskan lakon Liang Langit di tiga kota di Jawa Tengah.

Saat ini para aktor dan kru Liang Langit masih terus latihan rutin di markas Teater Djarum yang berada di Jalan Ahmad Yani nomor 41, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kota Kudus.

Baca Juga: Mengenal Athaya, Dalang Perempuan Cilik Asal Margorejo Pati

-Advertisement-

Penulis naskah sekaligus sutradara Liang Langit, Asa Jatmiko mengatakan, naskah itu menceritakan seorang pria bernama Langit dengan pekerjaan pembersih kaca gedung pencakar langit.

“Saya membayangkan apa yang ada dipikirkan, ketika seorang diri di ketinggian membersihkan kaca. Oleh karenya, saya pun kemudian tergelitik membuat naskah untuk dipentaskan dalam pertunjukan seni teater dengan lakon Liang Langit,” ujar Asa kepada Betanews.id, Senin malam (15/7/2024).

Dia mengatakan, karakter dari tokoh utama bernama Langit adalah seorang yang tak puas dengan kehidupan yang dilakoninya. Sehingga banyak fikiran, bayangan hingga unek-unek keluar ketika ia sendirian di atas ketinggian membersihkan kaca gedung pencakar langit.

“Bayangan masa lalu saat Langit masih menjadi aktifis mahasiswa yang kritis. Unek-uneknya kepada istrinya, dengan kekasih lamanya, hingga harapan masa depannya, semua keluar. Oleh karenanya, di adegan terakhir Langit berkesempatan bertemu dengan jiwanya, pikirannya dengan hati nuraninya,” ungkapnya.

Meski naskah Liang Langit sudah ditulisnya lama tetapi ceritanya masih sangat releat dengan kehidupan saat ini. Di mana masih ada perilaku bejat para pejabat yang korup. Serta ada ketua lembaga negara yang kredibilitasnya sangat menentukan tapi main api sama perempuan.

“Itulah dinamika nyata yang mewarnai kehidupan masyarakat kita. Ndelalahnya saja hal itu terungkap dalam kisah-kisah Liang Langit ini. Jadi pas dengan apa yang sedang kita lakukan, misi untuk mengembalikan, mengajak kita berfikir lagi, mempunyai hati nurani kembali,” bebernya.

Penggarapan lakon Liang Langit melibatkan 50 orang yang terdiri dari para pemain dan kru. Proses pengarapan sudah berjalan selama empat bulan. Lakon Liang Langit akan dipentaskan di tiga kota di Jawa Tengah.

“Pentas pertama di Auditorium Radio Republik Indonesia (RRI) Semarang pada Sabtu malam tanggal, 27 Juli 2024. Pentas kedua di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Sabtu malam tanggal 10 Agustus 2024. Serta terakhir di Kota Tegal yakni Sabtu malam, tanggal 7 September 2024. Pementasan untuk umum dan gratis,” ungkapnya.

Pemeran utama lakon Liang Langit, Masrin Lintang mengaku sangat antusias menyambut pementasan. Menurutnya, cerita di naskah ini sangat menantang. Karena ada adegan yang belum pernah sama sekali dilakukannya selama berteater, yakni berada di ketinggian menampilkan adegan di atas gondola.

“Kemudian ada adegan slingnya hampir putus, dan saya hampir jatuh. Nah adegan untuk menjatuhkan diri dan kembali ke atas gondola itu harus beberapa kali latihan, dan butuh stamina ful,” ujarnya.

Dia menyampaikan, naskah Liang Langit ini sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Tentang pergolakan hati, tentang keegoisan seseorang, tentang seseorang yang tidak merasa puas dengan apa yang dipunya.

“Bahwa orang-orang dengan karakter itu ada di sekitar kita,” bebernya.

Dia mengaku, awalnya kesulitan untuk memerankan karakter Langit. Sehingga harus beberapa kali konsultasi dengan sutradara. Menurutnya, karakter Langit adalah seseorang yang tidak bisa menerima kenyataan yang dihadapinya. Bahak tuhan pun diprotesnya.

“Setelah berbulan-bulan latihan saya pun cukup bisa mendalami karakter Langit. Semoga ketika Liang Langit dipentaskan bisa sukses dan pesan yang ingin disampaikan bisa diterima oleh para penonton,” harapnya.

Ketua Teater Djarum yang juga pemeran Koh Alung bosnya Langit, Andreas Teguh Prayoga mengatakan, naskah Liang Langit ini konsepnya baru. Misalnya sosok Koh Alung yang diperankan itu muncul dengan dua karakter yang berbeda.

“Hal itu adalah konsep baru dan cukup menantang. Semoga kami bisa menyampaikan perbedaan karakter itu dengan cukup gamblang. Sehinga penonton nantinya bisa mengetahuinya,” ujarnya.

Baca Juga: Pojok Pasar Gabus Disulap jadi Panggung Pertunjukan Tari yang Memukau

Dia pun berharap, saat pentas nanti semua pemain dan kru bisa all out. Tidak terburu-buru, tapi tetap full power sehingga pesan yang ingin diutarakan bisa tersampaikan kepada para penonton.

“Semoga nanti Liang Langit bisa jadi renungan bersama, baik bagi kami dan para penonton. Karena akhir-akhir ini persepsi itu sangat kencang mewarnai realita sosial. Kalau kita tidak menetralisir persepsi kita, bisa-bisa kita bernasib seperti langit,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER