BETANEWS.ID, PATI – Memasuki Pojok Pasar Gabus penonton sudah dimanjakan dengan keindahan panggung pementasan. Pojok Pasar Gabus yang biasanya menjadi tempat lalu lalang pedagang maupun pembeli, malam itu disulap menjadi panggung yang menawan untuk pementasan seni.
Tumpukan daun jati disulap menjadi background panggung. Terdapat layar di tengah yang membuat panggung semakin hidup. Mata penonton dibuat tak berkedip saat satu persatu penari memasuki panggung.
Sekitar 50 penari itu, kemudian menyuguhkan delapan tarian dari berbagai daerah. Mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, Jawa Timur hingga tarian dari Indonesia Timur. Bhineka Tunggal Ika menjadi tema dalam pentas tahunan ke-17 yang digelar Sanggar Tari Widyas Budaya.
Baca juga: Sanggar Tari Bougenville Hanya Bayar Pendaftaran Rp100 Ribu, Muridnya Kini 200 Anak
Grup musik The Gabus juga tak mau kalah. Mereka juga ikut pentas dan menjadi pamungkas pertunjukan di Pojok Pasar Gabus tersebut. Pementasan yang digelar pada Sabtu (13/7/2024) malam itu, membuat ratusan penonton yang hadir terpukau.
Pimpinan Sanggar Tari Widyas Budaya, Hani Indrayani mengatakan, pementasan ini terlaksana berkat kerja keras anak didiknya dalam berlatih selama satu tahun terakhir.
Ia juga mengapresiasi wali murid yang sabar dan mempercayakan Widyas Budaya untuk melatih para siswa. Hani pun menilai, dukungan wali murid menjadi faktor kesuksesan pementasan tersebut.
”Kami mengangkat tema Bhineka Tunggal Ika untuk mengenalkan anak-anak, selain Tari Jawa dan kreasi juga ada tari lainnya dari berbagai daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Gabus, Suyadi menyampaikan, Sanggar Tari Widyas Budaya memberikan dampak positif bagi wilayahnya karena ikut menghidupkan kesenian di Desa Gabus.
Baca juga: Manfaatkan Liburan, Anak-anak Sanggar Budaya Padma Baswara Latihan Tari Tradisional
”Widyas Budaya ini adalah salah satu komponen penilaian menjadi calon desa wisata. Alhamdulillah dalam penilaian kemarin, Desa Gabus lolos ditetapkan menjadi desa wisata,” kata kades dalam sambutannya.
Ia pun mengajak masyarakat ikut bersama-sama melestarikan budaya. Suyadi juga berharap, masyarakat mengizinkan anaknya belajar di Sanggar Tari Widyas Budaya agar mempunyai bekal kesenian, selain bekal akademik.
Editor: Ahmad Muhlisin

