BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan GOR Wergu Wetan, Kecamatan/Kabupaten Kudus, tepatnya di depan Toko Ahmart, terdapat deretan kerupuk yang menarik perhatian. Kerupuk jualan Siti Solikhatun (31) itu punya banyak ragam bentuk dan warna. Di jam-jam tertentu, ia terlihat kewalahan melayani pembeli.
Menurut Siti, panggilan akrabnya, berbagi jenis kerupuk ya ia sediakan itu meliputi kerupuk lala tempe, kerupuk Bandung besar dan kecil, kerupuk cipir, kerupuk bawang, kerupuk impala, kerupuk rante, kerupuk mie, kerupuk ayu, kerupuk terasi, kerupuk inul, dan kerupuk zarkasi khas Kudus.
“Dari banyaknya jenis kerupuk itu, kerupuk zarkasi menjadi favorit karena rasanya lebih enak. Selain zarkasi, kerupuk terasi juga banyak peminatnya. Tapi, kerupuk zarkasi memang harganya lebih mahal, isi 12 aku jual Rp5 ribu per bungkus. Selain zarkasi harganya Rp3 ribu,” ucap Siti, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Kerupuk Khas Lampung Ini Laris Manis Diminati Warga Jepara
Siti menyebut, bisnis yang dirintis bersama ibunya sejak 2020 itu bsia menghabiskan hingga dua bal kerupuk. Makanan ringan itu ia ambil langsung dari pabriknya.
“Aku buka mulai puku 5.00 WIB hingga 16.00 WIB. Tapi saat Ramadan mulai pukul 11.00 WIB hingga 18.00 WIB,” tuturnya.
Selain melayani pembeli yang datang ke lapak, Siti juga mendatangi warung-warung langganan yang biasa membeli kerupuknya. Selama empat tahun berjualan, Siti mampu meraup omzet hingga Rp800 ribu per hari.
Baca juga: Dukuh Bongkol Indah Jadi Magnet Pencari Kerupuk Ikan di Demak, Sudah Terkenal Sejak Dulu Kala
“Rp800 ribu itu saat bulan Ramadan. Kalau hari biasa omzetnya sekitar Rp500 ribu sehari. Jadi kalau banyak pembeli, bisa menjual dua bal kerupuk sehari. Tapi kalau lagi sepi, ya, satu bal saja,” terangnya.
Dengan kerja keras dan keuletan, Siti telah membuktikan bahwa usaha kecil-kecilan pun bisa meraih keuntungan yang cukup besar. Ia menambahakan, lapak kerupuknya kini tak pernah sepi pembeli, bahkan menjadi jujugan para pencinta kerupuk di Kudus dan sekitarnya.
Penulis: Zuhaira Millatina, Mahasiswa Magang Unisnu
Editor: Ahmad Rosyidi

