BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah orang tampak antusias melakukan terapi kesehatan di Happy Dream, Jalan Cut Nyak Din, Kelurahan Melati Kidul, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Setiap harinya, tempat yang buka sejak Januari 2024 itu sangat ramai pasien dengan berbagai penyakit.
Saking ramainya, beberapa pasien ada yang berangkat lebih awal sebelum tempat terapi buka. Salah satunya adalah Surinah, yang mengaku berangkat habis subuh untuk mengambil nomor antrean.
“Setiap berangkat selalu lebih dulu, sekitar jam 5 pagi untuk ambil nomor antrean, itu pun dapat nomor urut dua. Biar tidak sampai menunggu lama, karena teman-teman, kan, antrenya lama,” bebernya saat ditemui, Rabu (8/5/2024).
Baca juga: Ada Layanan Terapi Gratis di Kudus Loh, Tandai Lokasinya
Surinah sudah sejak Januari 2024 berobat di sana. Saat ini, peyakit strokenya berangsur sembuh dan sudah banyak perubahan.
“Dulu untuk dibuat jalan sakit dan sulit. Tapi sekarang, dibuat jalan sudah enak dan enteng. Untuk perubahan sangat signifikan, karena memang selalu rutin ke sini setiap harinya,” ungkap warga Desa Loram Wetan RT 4 RW 4, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu.
Wanita berusia 56 tersebut selalu datang bersama suaminya yang juga mempunyai keluhan penyakit di badannya.
“Suami juga ikut terapi dengan keluhan asam urat dan darah tinggi, Alhamdulillah juga ada perubahan,” tuturnya.
Menurutnya, pelayanan terapi yang diberikan Happy Dream sangat bagus sekali. Bahkan, ia mengaku tak membayar sepeser pun, meski sudah melakukan terapi selama kurang lebih empat bulan.
Baca juga: RSUD Loekmono Hadi Kudus Segera Punya Stroke Centre
“Pakai alat-alatnya juga gratis, bahkan beberapa orang ada yang tertarik membeli. Untuk alat tidak ada paksaan untuk membeli ataupun tidak. Kalau saya sebenarnya tertarik untuk membeli. Karena ada banyak perubahan setelah menggunakan alat itu. Setelah menggunakan alat itu di badan terasa enak,” ujarnya.
Owner Terapi Happy Dream, Yuni Frenggi Antika, menambahkan, tempat terapi yang menyediakan alat terapi gelombang smart plus dan matras batu germanium itu melayani terapi gratis. Bahkan, pasien diperbolehkan mencoba alat tersebut sampai kapan pun.
“Kebanyakan pasien terapi di sini gratis. Kalau ada yang lebih intens memilih terapi VIP. Tapi itu tidak bisa dipaksakan. 20 persen mungkin yang menggunakan VIP, 80 persen pasien terapi gratis. Cuma untuk air minum bisa bawa dari rumah, dan di sini kalau mau beli juga boleh, di sini kita akan kasih sedikit garam germanium Korea Selatan,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

