BETANEWS.ID, KUDUS – Persiba Bantul gagal meraih poin penuh meski PS HW UMY harus bermain dengan 10 pemain dalam laga kedua Grup 5 Liga 3 Nasional, di Stadion Wergu Wetan, Selasa (14/5/2024). Laga derbi Yogyakarta ini harus berakhir dengan skor 0-0.
PS HW UMY harus bermain dengan 10 pemain sejak menit 62 usai Lukman Yusuf Rahmawan mendapat kartu merah setelah menerima kartu kuning kedua.
Pelatih Persiba Bantul, Endro Bawono, mengaku tetap mensyukuri hasil akhir pertandingan tersebut. Meski anak asuhnya diuntungkan dengan jumlah pemain, namun ambisi untuk menang, justru mempengaruhi performa pemainnya.
Baca juga: Imbang Lawan Unsa FC, Persiba Keluhkan Buruknya Lapangan Stadion Wergu Wetan
“Pertandingan tadi cukup menarik, kita dapat beberapa keuntungan tapi tidak bisa dimaksimalkan. Tapi tetap kita syukuri saja, semoga pertandingan terakhir anak-anak dengan minus empat pemain inti bisa pulih segera untuk ambil poin penuh,” bebernya.
Menurutnya, empat pemain inti itu tak bisa bermain lawan Persiku Kudus, akibat akumulasi kartu dan cedera. Meski begitu, pihaknya masih optimistis bisa mencuri tiga poin melawan tim tuan rumah, demi lolos ke 16 besar Liga 3 Nasional.
“Kami coba fight di pertandingan terakhir. Di pertandingan terkahir semoga bisa mencuri poin penuh untuk membawa lolos ke babak 16 besar,” ujarnya.
Di sisi lain, Pelatih PS HW UMY, Nopendi, juga mengungkapkan rasa syukurnya berhasil menahan imbang Persiba. Meski pihaknya menargetkan tiga poin dalam laga tersebut, tapi hal itu tak bisa mereka dapatkan.
Baca juga: Persiku Lolos ke Babak 16 Besar Liga 3 Nasional Usai Kalahkan Unsa FC 1-0
Pihaknya juga menanggapi terkait pertandingan dengan tensi tinggi para pemain. Menurutnya, hal itu wajar, sebab mempertemukan kedua klub asal Kabupaten Bantul.
“Pertandingan hari ini berjalan dengan lancar, alhamdulillah pemain masih berusaha menjaga emosinya, yang jelas masih ada satu pertandingan, kita maksimalkan di grup ini,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

