BETANEWS.ID, KUDUS – Dua orang perempuan sedang melayani pembeli yang datang di lapak sego godong jati yang ada di Jalan Mayor Kusmanto, Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus atau di depan lapangan rendeng. Kebetulan karena sudah memasuki waktu siang hari lapak jualan sego godong jati milik Suyatmi (51) itu sudah tak begitu ramai dikunjungi pembeli.
Suyatmi mengatakan, baginya sego godong jati biasanya cocok dikonsumsi saat pagi hari sebagai menu sarapan. Sehingga, menu yang dia tawarkan memang menu-menu yang biasanya dimakan untuk sarapan, salah satunya adalah sego godong jati itu.
Baca Juga: Bermodal Coba-Coba, Agus Temukan Resep Es Cokelat yang Memikat Anak-Anak
“Berawal dari jualan ayam goreng sama minuman dulunya sekitar tahun 2018. Terus malah ada covid itu ada pembatasan aktivitas. Pendapatan menurun terus karena bukanya nggak boleh sampai malam,” jelasnya saat ditemui pada hari Rabu (08/05/2024).
Setelah dua tahun bertahan dengan jualan ayam goreng Suyatmi akhirnya berusaha memutar otak untuk membuat menu baru yang bisa dijual dan dikonsumsi saat pagi hari sebagai menu sarapan. Sehingga, muncullah ide untuk berjualan nasi sego jagung dan nasi jeruk.
“Akhirnya muncul ide jualan nasi sego godong jati nggak tahu kenapa sih tiba-tiba mikirnya menu itu. Pokoknya yang bisa dimakan pas pagi terus siang udah tutup,” ujarnya.
Baca Juga: Pemburu Gohyong Wajib Merapat di Getas Pejaten Kudus, di Sini Pakai Kulit Tahu
Dirinya menyebut sebelumnya tidak ada niatan untuk berjualan sego godong jati. Namun, karena terhimpit keadaan sehingga dirinya memberanikan diri untuk berjualan menu tersebut.
“Sego jangkrik sama sego godong jati beda, soalnya kalau sego jangrik ada dagingnya. Sedangkan sego godong jati kan cuma tahu, sayur tewel terus tambahan telor kalau pembeli minta. Alhamdulillah sih respon masyarakat baik sekali,” kata Suyatmi.
Editor: Haikal Rosyada

