BETANEWS.ID, KUDUS – Widya Rahma Dzifa (19) tampak cekatan melayani berbagai pembeli yang datang silih berganti di lapaknya, kawasan GOR Kudus. Cuaca yang begitu terik seperti tak mengahalangi semangatnya berjualan.
Bagi Widya, panas dan debu sudah jadi kawannya sehari-hari sejak kelas lima sekolah dasar (SD). Ia terpaksa harus ikut mencari rezeki karena perekonomian keluarganya tak pernah baik-baik saja. Waktu itu, ia ikut berjualan orang tuanya setiap pulang sekolah.

“Setiap hari saya membantu orang tua berjualan mainan hingga lulus SMP. Tapi setelah lulus SMP saya berhenti sekolah karena perekonomian keluarga tidak memungkinkan untuk membiayai sekolah saya,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Sediakan Banyak Rasa, Penjual Jasuke di GOR Kudus Ini Tak Pernah Sepi Pembeli
Setelah berhenti sekolah, Widya kemudian mengambil tawaran untuk kerja berjualan pentol kuah. Dalam sehari, ia mendapat upah antara Rp65 ribu hingga Rp100 ribu.
Berjalan waktu, ia kemudian mendapat tawaran untuk melanjutkan sekolah menengah akhir (SMA) melalui jalur kejar paket C.
“Jadi saya itu berhenti setahun. Lalu saya mengambil tawaran untuk bekerja jualan pentol kuah dan melanjutkan sekolah lewat jalur kejar paket C. Jadi setiap hari setelah pulang berjualan saya harus lanjut bersekolah hingga pukul 20.00 WIB,” bebernya.
Widya bersyukur, karena pentol kuah yang ia jual mudah terjual. Menurutnya, hal tersebut lantaran harganya cukup terjangkau dan rasanya yang enak.
“Harga pentol besar isi ayam dan telur Rp3.500, pentol tanggung Rp1.000 dan pentol kecil Rp1.000 per lima butir. Jadi cukup hanya dengan uang Rp5 ribu saja sudah bisa menikmati lezatnya pentol kuah Kojek Bintang ini,” ujarnya.
Baca juga: Jajanan Cireng dan Cilor di Ngembalrejo Ini Selalu Ramai Diserbu Pelajar
Ia juga menjelaskan, bahwa setiap hari membawa satu kantong plastik besar atau sekitar 450-750 butir pentol dengan berbagai variannya. Menurutnya, penjualan pentol kuah ini terbilang masih stabil.
“Omzet per harinya bisa mencapai Rp750-900 ribu. Setiap hari membawa 80 butir pentop besar isi ayam, 120 butir pentol tanggung dan sisanya yang kecil-kecil. Di sini yang paling laris itu pentol isi ayamnya,” tambah Widya.
Penulis: Ihza Miftahul Huda, Mahasiswa Magang Unisnu
Editor: Ahmad Rosyidi

