BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, Masan, mengecek tanggul Sungai Wulan yang longsor di Desa Undaan Lor Gang 12, Kecamatan Undaan, Senin (2/2/2024). Ketinggian tanah yang mengalami longsor itu berkisar tujuh meter dengan lebar 15-20 meter.
Masan mengatakan, jika tanggul sampai jebol, kerugian yang harus ditanggung masyarakat bisa mencapai miliaran rupiah. Sebab, tanggul itu berada di atas beberapa desa di Kecamatan Undaan dan Mejobo.
“Kalau memang jebol kerugian mencapai milyaran rupiah. Karena penduduk kebanjiran, sawah gagal panen. Kan repot. Sungai Ini, kan, mulai dari Desa Kalirejo sampai Kecamatan Mejobo. Kalau memang ini jebol, ya sudah Mejobo tenggelam juga,” bebernya.
Baca juga: Waspada! Tanggul Sungai Wulan di Undaan Lor Kudus Hampir Jebol, Perbaikan Nunggu Air Surut
Ia menegaskan, tanggul sleding yang berada di Undaan menjadi momok warga ketika musim penghujan. Menurutnya, masalah utama dari terjadinya tanggul sleding karena adanya pintu air yang berfungsi untuk mengalirkan maupun pembuangan air pertanian di sana.
“Maka ini penting sekali, bangunan sudah dibangun tahun 1957. Maka kedalamannya sangat dalam. Karena memang ini tidak menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten. Tentunya Dinas PUPR ini agar terus koordinasi dengan Pemerintah Pusat, agar diganti. Memang sudah tidak layak,” tuturnya.
Baca juga: Status Awas, Pintu Bendung Wilalung ke Arah Sungai Juwana Dibuka
Ketua DPC PDIP Kudus itu mengupayakan untuk dilakukan penanganan dengan penambalan sand bag, karena kondisi debit air yang masih tinggi. Sementara itu untuk penanganan lebih lanjut akan dilakukan pembangunan pintu baru, yang dikoordinasikan dengan Pemerintah Pusat.
“Tapi sementara ini ditutup total biar mengantisipasi tanggul ini. Kalau sampai bobol kan bahaya. Sebab area pertanian di Undaan ini menjelang panen, kalau tidak segera diatasi memang repot,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

