BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, turun langsung mengecek harga bahan pokok, baik di pasar tradisional maupun swalayan, Senin (25/5/2026). Hal tersebut merupakan respons atas naiknya kurs dolar terhadap rupiah.
Pengecekan harga dilakukan di Pasar Pengkol pada pagi hari. Kemudian pada sore harinya, orang nomor satu di Kabupaten Kudus tersebut mengecek harga komoditas di ADA Swalayan.
Bupati Sam’ani menyampaikan, dari hasil pengecekan memang ada beberapa komoditas yang harganya naik, di antaranya beras, minyak goreng, bawang merah, dan bawang putih.
“Imbas dari kurs dolar yang naik memang berdampak terhadap beberapa harga komoditas. Namun, kenaikannya masih cukup terkendali,” ujar Sam’ani.
Kenaikan harga beras dan minyak goreng, tuturnya, dipengaruhi oleh harga kemasan plastik yang sebelumnya sudah naik. Sementara untuk bawang putih, karena merupakan barang impor, harga menyesuaikan dengan kurs dolar saat ini.
“Rata-rata kenaikan antara dua hingga tiga persen, tidak signifikan. Sementara untuk stoknya sangat cukup,” bebernya.
Baca juga : Pembongkaran Kanopi Pasar Disebut Offside oleh Pedagang, Bupati Sam’ani Angkat Suara
Menyikapi beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, lanjut Sam’ani, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bakal rutin melakukan intervensi dengan menggelar pasar murah.
“Sebenarnya Pemkab Kudus sudah beberapa kali menggelar pasar murah. Namun, akan kami masifkan lagi agar harga tetap terkendali, tidak terjadi inflasi, dan daya beli masyarakat tetap tinggi,” sebutnya.
Sementara itu, Store Manager ADA Swalayan Kudus, Setyowati, mengatakan meningkatnya kurs dolar terhadap nilai tukar rupiah memang berdampak pada naiknya harga beberapa komoditas. Namun, menurutnya, kenaikannya masih terpantau wajar.
“Beras dan minyak goreng, yang bikin harganya naik itu kemasannya. Sebab, kemasannya terbuat dari plastik yang tebal dan ukurannya juga cukup besar,” ujarnya.
Setyowati tak memungkiri bahwa kenaikan harga beberapa komoditas berpengaruh pada penjualan di ADA Swalayan. Hal tersebut, menurutnya, sudah menjadi hukum pasar. Ketika harga mahal, masyarakat pun melakukan efisiensi.
“Semoga ekonomi cepat stabil, ekonomi segera pulih, dan dolar tidak naik lagi, sehingga daya beli masyarakat kembali meningkat,” harapnya.
Sebagai informasi, kurs dolar dalam beberapa pekan terakhir terus menguat terhadap nilai tukar rupiah. Hari ini, kurs dolar sudah mencapai Rp17.737.
Editor: Kholistiono

