Live TikTok Sambil Bikin Sajam, Empat Remaja di Kudus Diamankan Polisi

BETANEWS.ID, KUDUS – Empat remaja di Kabupaten Kudus diamankan polisi setelah kedapatan membuat senjata tajam sambil melakukan siaran langsung di TikTok. Aktivitas tersebut dilakukan di sebuah bengkel las di Desa Medini, Kecamatan Undaan, Senin (25/5/2026).

Kasus itu terungkap saat jajaran Polsek Undaan melakukan patroli media sosial. Petugas menemukan akun TikTok “@teamgercep232kds” tengah menayangkan proses pembuatan senjata tajam secara langsung.

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Undaan AKP Uji Andi Haryono mengatakan, polisi kemudian menelusuri lokasi siaran langsung tersebut. Setelah lokasi diketahui, petugas langsung bergerak menuju tempat kejadian.

-Advertisement-

“Anggota menemukan siaran langsung yang memperlihatkan aktivitas pembuatan sajam. Setelah ditelusuri, kami langsung mendatangi lokasi dan mengamankan mereka,” ujar AKP Uji Andi.

Saat tiba di lokasi, polisi mendapati para remaja sedang membuat benda menyerupai kapak dari bahan besi. Aktivitas itu dilakukan di sebuah bengkel las di tepi Jalan Kudus–Purwodadi, Desa Medini.

Empat remaja yang diamankan masing-masing berinisial NS (13), MKA (13), RCA (15), dan MAFM (12). Seluruhnya diketahui merupakan warga Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.

Dari lokasi kejadian, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti. Barang bukti tersebut berupa satu batang besi sepanjang sekitar satu meter yang telah dilas dengan lempengan baja hingga menyerupai kapak.

Baca juga : Warga Jepara Ngaku Jadi Anggota BIN, Masyarakat Diminta Lapor Jika Jadi Korban

Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit telepon genggam. Ponsel tersebut digunakan untuk menyiarkan aktivitas mereka melalui TikTok.

AKP Uji Andi mengatakan, tindakan para remaja itu dinilai berpotensi membahayakan. Terlebih lagi, aktivitas tersebut disiarkan secara terbuka melalui media sosial sehingga dikhawatirkan dapat ditiru.

“Ini berbahaya karena bisa disalahgunakan atau ditiru oleh orang lain. Kami mengambil langkah cepat sebagai upaya pencegahan gangguan kamtibmas,” katanya.

Saat ini, keempat remaja tersebut telah dibawa ke Polsek Undaan. Polisi masih meminta keterangan lebih lanjut terkait tujuan pembuatan senjata tajam tersebut.

Kapolsek juga mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya. Pengawasan dinilai penting, terutama dalam penggunaan media sosial dan pergaulan sehari-hari.

“Peran orang tua sangat penting agar anak tidak terlibat aktivitas yang berpotensi melanggar hukum maupun mengganggu kamtibmas,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER