BETANEWS.ID, KUDUS – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa bidang kecantikan dari SMK PGRI 1 Kudus dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Provinsi Jawa Tengah yang digelar pada 13–16 April 2026 di SMK Negeri 3 Purwokerto. Menariknya, torehan prestasi juara 1 tingkat provinsi ini pertama kali dipersembahkan, karena sebelumnya hanya berhasil juara 2.
Dua peserta berhasil meraih hasil gemilang, yakni Fahriya Agustini yang meraih juara 1 pada bidang lomba Teknik Perawatan Kecantikan/ Terapi Kecantikan serta Selvia Delma Permata yang meraih juara 2 pada bidang lomba Teknik Penataan Rambut.
Ketua Program Keahlian Kecantikan dan Spa SMK PGRI 1 Kudus sekaligus pembimbing, Fitria Noorvitasari menjelaskan, bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari persiapan matang, baik dari sisi teknis maupun mental.
“Persiapan menuju nasional itu manajemen harus kuat, memahami kisi-kisi, studi kasus, dan kesiapan alat. Tapi yang paling penting adalah mental dan komunikasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam kompetisi seperti LKS, peserta tidak hanya diuji keterampilan, tetapi juga kemampuan problem solving. Hal ini karena adanya soal “on the spot” yang diberikan hanya beberapa menit sebelum lomba dimulai.
“Biasanya lima menit sebelum lomba keluar soal tambahan. Itu yang sering membuat peserta bingung. Makanya kami latih anak-anak untuk cepat beradaptasi dan mengatur waktu,” jelasnya saat dimintai keterangan, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, dari 12 peserta SMK yang mengikuti itu, hanya dua orang yang mampu menyelesaikan seluruh modul tepat waktu, termasuk Fahriya. Apalagi menurutnya komuniksi dengan bahasa Ingris yang digunakan Fahriya jadi nilai tambah dalam perlombaan tersebut.
Baca juga : Mengenal Aulia, Mahasiswi UMK Berprestasi di Ajang Seni yang Siap Melaju ke Peksimida Jateng
“Keunggulan Fahriya ada di teknik, ketepatan waktu, dan kepercayaan diri. Itu jadi nilai lebih,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Dua di antara siswanya akan masuk tingkat nasional karena berhasil juara satu di tingkat provinsi. Fahriya akan mewakili Provinsi Jawa Tengah melaju ke tingkat nasional dalam ajang LKS pertengahan tahun ini.
Fahriya Agustini (19), siswi kelas XII jurusan kecantikan dan spa, mengaku harus berlatih intens dari pagi hingga malam demi menghadapi lomba tersebut. Dalam kompetisi, ia harus menyelesaikan tiga modul utama, mulai dari facial dan waxing, body treatment, hingga make up dan nail art.
“Setiap modul sudah ada durasinya, jadi harus benar-benar tepat waktu. Selain teknik, kecepatan juga sangat menentukan,” ujarnya.
Ia mengaku sempat merasa tertekan saat melihat peserta lain lebih cepat, namun tetap berusaha fokus dan percaya diri.
“Yang penting tetap yakin dan tidak mau kalah. Saya juga berusaha lebih vokal saat presentasi supaya terdengar juri,” katanya.
Keberhasilan ini menjadi pengalaman berharga bagi Fahriya, yang sebelumnya juga pernah masuk Top 10 dalam ajang ASEAN Massage Competition di Jakarta. Ia pun menargetkan bisa kembali meraih juara di tingkat nasional.
“Targetnya bisa juara satu lagi di nasional, membawa nama sekolah, Kudus, serta Jawa Tengah,” tegasnya.
Dengan capaian prestasinya, saat ini sudah ada dua tawaran masuk dari perusahaan kecantikan, yakni Martatilaar dan Resort di Labuan Bajo. Menurutnya, ia akan lebih memilih perusahaan Martatilaar karena merupakan perusahaan kecantikan tingkat internasional.
”Tentu saja lebih memilih di Martatilaar, karena perusahaan tingkat internasional. Terlebih di sana saya bisa belajar dan mengembangkan potensi diri, hingga pengalaman di bidang kecantikan,” ujarnya.
Sementara itu, Selvia Delma Permata (19), yang meraih juara 2 bidang penataan rambut, juga menunjukkan performa apik meski harus menguasai berbagai teknik, mulai dari cutting, coloring, styling hingga kepang.
“Semua modul harus dikuasai. Latihannya cukup intens, dari pagi sampai malam,” ujarnya.
Ia mengakui tantangan terbesar adalah manajemen waktu karena setiap modul memiliki durasi ketat.
“Kadang ada yang selesai tepat waktu, ada juga yang mepet. Tapi karena sudah sering latihan, jadi tahu step-by-stepnya,” jelasnya.
Atas prestasi tersebut, Selvia bahkan mendapatkan tawaran untuk menjadi educator di salah satu brand kecantikan di Jakarta. Namun, ia masih mempertimbangkan rencana ke depan.
Editor : Kholistiono

