TK di Jepara Direkom Jadi Sekolah yang Terapkan Kurikulum Maritim

BETANEWS.ID, JEPARA– TK Kemala Bhayangkari 47 yang berada di Desa Pulodarat, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara mendapat rekomendasi untuk menjadi sekolah rintisan yang menerapkan kurikulum kemaritiman.

Kepala TK Kemala Bhayangkari 47, Atik Hidayati Maqbula mengatakan, progam rintisan kurikulum kemaritiman untuk TK yang dipimpinnya akan berjalan tahun ini. Di Kabupaten Jepara, TK Kemala Bhayangkari 47 merupakan percontohan penerapan progam tersebut.

Progam tersebut diproyeksikan mampu mendekatkan anak dengan dunia maritim. Anak juga bisa belajar banyak hal terkait dunia maritim khususnya di Kabupaten Jepara.

-Advertisement-

“Bentuk kegiatannya beragam. Misalnya meski ada progam MBG nanti anak sepekan sekali kita minta bawa lauk ikan hasil laut. Atau nanti kita outing ke polairud, pasar ikan, BPPAP Jepara dan lainnya. Kita kenalkan juga dengan Senam Gemari (Gemar makan ikan) dan lainnya,” katanya pada Senin, (2/3/2026).

Sementara itu, Bunda PAUD Jepara, Laila Saidah Witiarso berharap, rekomendasi tersebut bisa menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola dan pembelajaran.

Baca juga: Tangani Persoalan Sampah, Bupati Jepara Siapkan Tiga Langkah Strategis

Ia menilai, langkah-langkah pengembangan tersebut sebagai bentuk keseriusan sekolah dalam membangun pendidikan yang unggul.

“Kami ingin anak-anak Jepara tumbuh menjadi generasi yang cerdas, ceria, dan berakhlak mulia. Literasi dan teknologi harus dikenalkan sejak dini dengan cara yang positif dan bertanggung jawab,” katanya.

Ia menegaskan pentingnya peran guru PAUD dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.

“Pendidikan anak usia dini adalah fondasi utama pembentukan karakter. Guru PAUD memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan, kedisiplinan, serta rasa percaya diri pada anak,” ujarnya.

Ia juga mendorong para pendidik untuk terus berinovasi dalam proses pembelajaran. Menurutnya, metode belajar harus mampu menyesuaikan perkembangan zaman tanpa meninggalkan esensi pendidikan karakter.

“Kita harus menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif, tetapi tetap menyenangkan bagi anak. Anak belajar paling baik ketika mereka merasa bahagia,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER