BETANEWS.ID, PATI — Polresta Pati bakal menggelar Operasi Keselamatan Candi 2026. Kegiatan ini disebut-sebut untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas menjelang arus mudik Lebaran.
Dijadwalkan, Operasi Keselamatan Candi ini akan dilaksanakan selama 14 hari, yakni mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Sedangkan untuk sasaran utama, yakni menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di seluruh wilayah Kabupaten Pati.
Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi mengatakan, operasi tersebut melibatkan 74 personel gabungan lintas fungsi yang disiagakan di titik-titik rawan pelanggaran, kecelakaan, dan kemacetan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.
Baca juga: KPK Ungkap Ada Pengepul yang Sudah Kembalikan Uang ke Calon Perangkat Desa
“Sebanyak 74 personel kami turunkan dalam satu kesatuan operasi terpadu agar potensi gangguan lalu lintas dapat ditangani secara cepat dan terukur,” ujar Jaka Wahyudi, Sabtu (31/1/2026).
Ia menegaskan, Ops Keselamatan Candi 2026 tidak semata berorientasi pada penindakan hukum, melainkan mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui edukasi kepada masyarakat.
“Fokus utama kami adalah membangun kesadaran berlalulintas. Keselamatan harus dimulai dari kepatuhan dan kesadaran pengendara,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Polresta Pati melakukan pemetaan dan survei jalur rawan kecelakaan, kawasan dengan kepadatan tinggi, serta lokasi wisata yang diperkirakan mengalami lonjakan kendaraan menjelang Lebaran. Sosialisasi keselamatan berlalu lintas juga digencarkan melalui berbagai media informasi.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama,” kata Jaka Wahyudi.
Operasi ini turut disertai kegiatan ramp check terhadap angkutan umum dan bus pariwisata. Pemeriksaan meliputi kelengkapan administrasi, kelayakan teknis kendaraan, serta kondisi kesehatan pengemudi yang dilakukan bersama instansi terkait.
“Keselamatan penumpang menjadi prioritas. Kendaraan yang beroperasi harus benar-benar memenuhi standar keselamatan,” ungkapnya.
Dari sisi penegakan hukum, polisi menargetkan pelanggaran berisiko tinggi seperti melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, menggunakan telepon genggam saat berkendara, pengendara di bawah umur, serta penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi. Katanya, penindakan dilakukan secara manual maupun melalui tilang elektronik.
“Penegakan hukum kami lakukan secara profesional dan proporsional untuk menekan potensi kecelakaan fatal,” ucapnya.
Baca juga: Pemkab Pati Rancang Sodetan Sungai Juwana untuk Penanganan Banjir Jangka Panjang
Selain itu, pengelolaan informasi publik juga menjadi perhatian dalam operasi ini. Satgas humas akan aktif menyampaikan perkembangan situasi lalu lintas dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
“Kami berkomitmen menghadirkan informasi yang cepat dan transparan agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat beraktivitas di jalan,” ungkapnya.
Dengan pola operasi yang terencana dan dukungan 74 personel di lapangan, Polresta Pati optimistis Operasi Keselamatan Candi 2026 mampu menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib dan aman menjelang puncak arus mudik Lebaran.
“Harapan kami, angka kecelakaan dapat ditekan semaksimal mungkin dan masyarakat dapat sampai di tujuan dengan selamat,” pungkasnya.
Editor: Suwoko

