BETANEWS.ID, PATI – Pemerintah Kabupaten Pati mengupayakan penanganan banjir yang hingga kini masih menggenangi puluhan desa, terutama di wilayah Juwana dan sekitarnya. Selain penanganan darurat, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir berulang.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait rencana pembangunan sodetan Sungai Juwana.
Baca Juga: Ikut Tekan Angka Angka Kemiskinan, Kemenag Pati Luncurkan Gerakan Investasi Wakaf Uang
“Untuk jangka panjang, kita sudah koordinasi dengan BBWS dan provinsi untuk sodetan Sungai Juwana. Panjangnya sekitar 11 kilometer dengan lebar 9 sampai 10 meter. Saat ini masih dalam tahap kajian,” ujar Risma.
Sementara, untuk penanganan jangka pendek, pemerintah daerah fokus melakukan normalisasi sungai. Risma menyoroti masih banyaknya sampah yang menumpuk di sepanjang aliran Sungai Juwana, terutama di bawah jembatan, yang dinilai memperparah luapan air.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Pati juga terus menyiapkan bantuan bagi warga terdampak banjir. Risma memastikan distribusi logistik tetap berjalan, termasuk bantuan beras dari Badan Pangan Nasional.
Pemkab Pati menerima bantuan berupa 308 ton beras yang diperuntukkan bagi sekitar 60 ribu jiwa. Bantuan tersebut saat ini masih dalam proses pendataan agar penyalurannya tepat sasaran.
“Pak Camat dan kepala desa kita kumpulkan untuk pendataan menggunakan NIK dan KK supaya tepat sasaran,” jelasnya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, hingga saat ini banjir masih merendam 45 desa di tujuh kecamatan.
Akibat bencana tersebut, tercatat sekitar 3.650 rumah warga terdampak yang dihuni oleh 4.606 kepala keluarga atau 12.581 jiwa. Dari jumlah itu, sebanyak 447 kepala keluarga atau 1.096 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat umum maupun ke rumah kerabat yang tidak terdampak banjir.
Baca Juga: Stabilkan Harga, Bulog Distribusikan Ribuan Liter MinyaKita ke Pasar Tradisional di Pati
Kepala Pelaksana Harian BPBD Pati, Martinus Budi Prasetyo mengatakan, pendataan tidak hanya difokuskan pada permukiman warga, tetapi juga pada sektor pertanian dan perikanan yang ikut terdampak.
“Total sawah yang terendam kurang lebih seluas 4.475 hektare, sementara lahan tambak sekitar 872 hektare,” ungkapnya.
Editor: Haikal Rosyada

